Lifetime Achievement Farida Pasha: Segala sesuatunya Berawal Dari Niat

Siapa yang tak kenal dengan karakter Mak Lampir dalam serial Misteri Gunung Merapi? Selama 8 tahun (1998-2006) serial televisi ini sempat menjadi favorit pemirsa televisi dan tayang terus di jam prime time. Aktingnya yang prima sebagai Mak Lampir membuat Farida Pasha menjadi sosok yang ikonik dan popular pada masa itu.

Aktor kelahiran Tasikmalaya 26 Agustus 1952 ini tidak mempunyai latar belakang seni yang menunjang karirnya sebagai pemain film. Ditemui dalam wawancara virtual lewat zoom, ibunda dari penyiar TVRI Gina Sonia dan penyanyi remaja Iffy Alissa Saufika Umari menceritakan kisah perjalanan karirnya. 

https://www.festivalfilmbandung.com/2020/12/lifetime-achievement-farida-pasha.html

Tidak Pernah Bercita-cita Menjadi Aktor


Farida Pasha memulai terjung ke dunia akting lewat sebuah audisi yang tidak sengaja diikutinya. Saat masih tinggal di Bandung, Farida diajak oleh seorang yang dihormati untuk ikut audisi film Guna-guna Istri Muda (1978) yang akan diproduksi.

“Saya sampai bingung. Kok bisa ya? Kok bisa saya ikut dites? Saya tidak pernah bercita-cita sama sekali untuk terjun ke dunia film,” ungkapnya mengingat ia tidak punya latar belakang sama sekali dalam dunia seni peran sebelum mengikuti audisi ini.

Farida pun merasa tidak enak untuk mengabaikan ajakan itu. Tanpa banyak berharap, ia datang memenuhi undangan audisi bearsama 24 peserta lainnya. Salah satu pesaingnya saat itu adalah mantan ratu kebaya Jawa Barat. 

“Saya disuruh berakting berbagai macam seperti nangis dan marah. Eh bisa!” 

Sutradara yang saat itu hadir juga terkesima dengan aktingnya. Karena kemampuannya yang meyakinkannya inilah akhirnya Farida Pasha terpilih sebagai pemeran utama. Tidak tanggung-tanggung, dalam debut pertamanya, langsung beradu akting dengan pemain fim lainnya yang sudah terkenal saat itu. Ada Rina Hassim, Roy Marten dan Aedy Moward yang membintangi film Guna-guna Istri Muda di mana Farida Pasha menjadi pemeran utamanya.

Farida pun menuturkan kehadirannya dalam acara audisi itu tidak diketahui oleh kedua orangtuanya. Saat kembali ke rumah ia masih bingung bercerita. Namun mau tidak mau ia harus menyampaikan kepada ayah ibunya karena akan segala menjalani syuting. “Lama-lama saya akhirnya cerita sama ibu saya kaena memang lebih dekat sama beliau. Kalau berkenan ya silahkan, kata ibu saya. Sama bapak waktu itu masih takut buat cerita.” lanjutnya sambil tertawa mengenang. 


Tidak Selalu Bermain Film Horor


Kemampuannya berakting terus mengalir secara otodidak dan semakin diperdalam dari interaksinya dengan sutradara dan teman-teman sesama pemain film lainnya.

Diidentikan dengan film horror, Farida Pasha sebenarnya juga bermain untuk film genre lain. 

Beberapa film bergenre komedi, drama, atau action yang pernah dibintanginya Antara lain Kisah Cinta Rojali dan Zuleha (1979), Satria Bergitar (1983), Revenge of The Ninja (1984), dan Pengakuan (1988).

Namun film dan serial televisi Misteri Gunung Merapi yang dibintanginya jadi fenomenal dan mengangkat popularitas dirinya sebagai bintang film horror dan melekat hingga sekarang. 

https://www.festivalfilmbandung.com/2020/12/lifetime-achievement-farida-pasha.html

Tidak Pernah ada Kejadian Mistis


Berbicara saat masa-masa menjalani syuting serial ini Farida Pasha menceritakan selama 8 tahun syuting serial Misteri Gunung Merapi yang dijalaninya sejak tahun 1998-2006 tidak pernah mengalami kejadian menyeramkan/berbau mistis.

“Saya selalu bilang untuk berdoa dulu sama kru film untuk dijaga keselamatan sama Allah. Niat kami saat itu hanya untuk syuting saja,” imbuhnya. Farida Pasha selalu mengingatkan kru filmnya untuk selalu berdoa dan solat. “Saya tekankan sama kru kalau kita di sini untuk mencari nafkah.”

Farida dikenal sebagai aktor yang religius dan tidak pernah meninggalkan salat. Untuk urusan make up pun tidak masalah. Selain selalu menyediakan air mineral untuk berwudu, di Antara kru film lainnya juga selalu mengingatkan untuk salat. “Mau syuting di gua atau hutan, harus tetap salat.”

“Kalau niat kita baik, insya Allah semuanya baik” Kata artis yang suka nraktir kru filmnya. Kedekatan dengan kru selama 8 tahun membuat ikatan emosional di antara dirinya dengan kru seperti keluarga. Kedekatan selama 8 tahun ini juga membuat suasana haru dan rasa kehilangan meliputi seluruh kru filmketika serial Misteri Gunung Merapi berakhir. 
https://www.festivalfilmbandung.com/2020/12/lifetime-achievement-farida-pasha.html

Suka Peran Hantu Karena Busananya


Ada alasan menarik kenapa Farida cenderung menyukai tawaran bermain film horror adalah alasan busana yang akan dikenakannya saat syuting. “Panjang seperti jubah,” katanya sambil tertawa.

Sementara untuk memutuskan untuk menerima ajakan bermain film dirinya tidak punya patokan tertentu untuk memutuskan. “Kalau sreg ya diambil, padahal baru baca atau dengar sedikit sinopsisnya selama tidak pakai bikini atau celana pendek.” 


Bukan Waktunya Lagi


“Alhamdulillah, bahagia masih dihargai. Di luar dugaan Saya ga nyangka akan seperti ini. Disyukuri aja sama Allah” ujarnya saat tahu terpilih sebagai salah satu penerima penghargaan Life Time Achievement Festival Film Bandung tahun 2020.

Sesudah tampil dalam filmThe Secret: Suster Ngesot Urban Legend (2018) Farida merasa sudah capek untuk syuting.

“Bukan waktunya lagi,” imbuh aktor yang kesibukannya banyak diisi dengan memberikan tausiyah dalam berbagai pengajian sebelum wabah Covid-19 terjadi.

https://www.festivalfilmbandung.com/2020/12/lifetime-achievement-farida-pasha.html

Posting Komentar

0 Komentar