Rabu, Agustus 07, 2019

DAFTAR LENGKAP NOMINASI PENGHARGAAN FESTIVAL FILM BANDUNG KE-32 TAHUN 2019

3:24 AM
Nominasi Serial Televisi dan Naraserial Televisi
Festival Film Bandung 2019




Nominasi Film Televisi dan Narafilm Televisi Terpuji Festival Film Bandung 2019


Nominasi Film dan Narafilm TerpujiFestival Film Bandung 2019




50 Nominasi Film Impor
Festival Film Bandung 2019


Kamis, Agustus 01, 2019

LAPORAN: Pengamatan Film Impor FFB 2019 Periode 1 September 2018 - 31 Juli 2019 (Data & Statistik)

12:21 PM
Oleh Ardityo Danoesoebroto, S.Si., M.T. (Ketua Regu Pengamat Film Impor FORUM FILM BANDUNG)






Keterangan :
Jenis-Jenis Genre Film

1. LAGA
Laga adalah Jenis film yang mengandung banyak gerakan dinamis para aktor dan aktris dalam sebagian besar adegan film, seperti halnya adegan baku tembak, perkelahian, kejar mengejar, ledakan, perang dan lainnya.

2. PETUALANGAN

Petualangan adalah jenis film yang menitik beratkan pada sebuah alur petualangan yang sarat akan teka teki dan tantangan dalam berbagai adegan film.

3. ANIMASI

Animasi adalah Jenis film kartun animasi dengan berbagai alur cerita. Biasanya genre film ini memiliki sub genre hampir sama dengan genre utama film non animasi.

4. KOMEDI

Komedi adalah Jenis film yang dipenuhi oleh adegan komedi dan lelucon sebagai benang merah alur cerita film.

5. KEJAHATAN

Kejahatan adalah Jenis film yang menampilkan skenario kejahatan kriminal sebagai inti dari keseluruhan film.

6. DRAMA

Drama adalah Jenis film yang mengandung sebuah alur yang memiliki sebuah tema tertentu seperti halnya percintaan, kehidupan, sosial, dan lainnya.

7. HORROR

Horror adalah Jenis film yang berisi tentang kejadian mistis dan berhubungan dengan kejadian-kejadian yang menyeramkan dan menakutkan sebagai nyawa dari film tersebut.

8. ROMANSA/PERCINTAAN

Romansa adalah Jenis film yang berisikan tentang kisah percintaan.

9. SCI-FI

Sci-Fi (Fiksi Ilmiah) adalah Jenis film fantasi imajinasi pengetahuan khususnya yang bersifat exact yang dikembangkan untuk mendapatkan dasar pembuatan alur film yang menitikberatkan pada penelitian dan penemuan-penemuan teknologi.

10. THRILLER

Thriller adalah Jenis film yang penuh dengan aksi menegangkan dan mendebarkan dan biasanya tipe alur ceritanya biasanya berupa para jagoan yang berpacu dengan waktu, penuh aksi menantang, dan mendapatkan berbagai bantuan yang kebetulan sangat dibutuhkan yang harus menggagalkan rencana-rencana kejam para penjahat yang lebih kuat dan lebih lengkap persenjataannya.



Rating Film :
G (General Audience)
Ini adalah kode bahwa film dengan label G, bisa ditonton oleh semua umur. Film berlabel G bebas adegan-adegan tabu, kata-kata kotor, sadis, maupun obat-obatan terlarang sehingga bisa dinikmati oleh semua kalangan.

PG (Parental Guidance)
Artinya adalah Bimbingan Orang Tua. Label PG disematkan dalam film ini karena sebagian materi dalam film belum cocok ditonton oleh anak-anak di bawah umur. Ketidaksopanan film PG ini biasanya masih sebatas kata-kata kasar atau adegan bullying ringan, sehingga orang tua wajib memberikan pengertian.

PG-13 (Parental Guidance-13)
Bimbingan Orang Tua untuk anak di bawah usia 13 tahun. Tingkatan ini lebih kuat kebutuhannya akan dampingan orang tua di banding sekedar PG saja, karena adegan-adegan tak sopan dalam film ber-rating PG-13 biasanya rentan ditiru oleh anak-anak di bawah usia tersebut. 

R (Restricted)
Film-film berlabel R adalah film yang diperuntukkan bagi usia 17 tahun ke atas. Bahkan film kartun atau animasi pun terkadang ada yang berlabel R. Di sinilah pentingnya orang tua memahami kode rating film.

NC-17 (No One and Under Admitted)
Bahkan mereka yang sudha berumur 17 tahun pun disarankan untuk jangan dulu menonton film ini sebelum usia yang lebih dewasa. Film berlabel NC-17 sarat adegan-adegan mengerikan yang belum cocok ditonton di bawah usia 17 tahun, yang ditayangkan secara gamblang.

Nb. Pengelompokan FFB menggabungkan G & PG Menjadi Rating PG, PG-13 Tetap PG-13, dan R & NC-17 menjadi Rating R, sehingga hanya ada 3 pengelompokan genre, ini dilakukan karena sangat sedikitnya film bergenre "semua umur" atau G dan bahkan film rating "diatas umur 21" atau NC-17 hampir jarang sekali. dan jika di referensi dengan pengelompokan LSF, maka rating SU equifalen dengan PG, rating R13 equifalen dengan PG-13 dan rating D17 dan D21 equifalen dengan R  

Sumber :
www.imdb.com

Senin, Juli 29, 2019

Inilah 6 Film Indonesia Terbaik Semester I 2019 Pilihan Sahabat FFBComm

1:35 PM
Forum Film Bandung Community atau sering disebut dengan FFBComm adalah komunitas yang fokus pada apresiasi dan literasi perfilman. Berbagai kegiatan seperti nonton bareng, diskusi film, pelatihan menulis, pendidikan sinematografi adalah contoh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas yang bermarkas di kota Bandung ini.

Selain kegiatan offline, FFBComm juga mengadakan serangkaian program di media sosial agar bisa diikuti oleh seluruh pecinta film di Indonesia atau bahkan luar negara. Untuk mengakrabkan dan menghangatkan diri, seluruh anggota FFBComm disatukan dalam WA Grup khusus yang diberi nama 'Sahabat FFBComm'.

Nah, salah satu program di WA Grup adalah Movie Rating. Program ini boleh diikuti semua member Sahabat FFBComm dengan cara memberikan rating 0.1 - 10 pada setiap film yang ditontonnya. Dengan program ini diharapkan, FFBComm bisa memberikan rekomendasi film-film terbaik yang bisa ditonton oleh masyarakat.

Dan selama satu semester (1 Januari - 30 Juni 2019), puluhan film Indonesia berhasil dirating. Berikut enam film Indonesia yang mendapat rating tertinggi (diurut secara alfabetis) dan untuk membaca reviewnya sila klik di judul filmnya:

1. 27 Steps of May (Ravi Bharwani, Green Glow Pictures)

Sinopsis:
Delapan tahun lalu, May, 14 tahun, diperkosa oleh sekumpulan orang. Ayah May sangat terpukul dan menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga putrinya. Karena sangat trauma akibat insiden ini, May menarik diri sepenuhnya dari kehidupan. Ayahnya terjebak oleh perasaan bersalah yang membawanya hidup di dua dunia. Bersama May, dia adalah jiwa lembut yang mengorbankan segalanya demi kenyamanan dan keamanan putrinya, namun di ring tinju, dia adalah petinju yang bertarung untuk menyalurkan amarahnya. Sampai akhirnya seorang pesulap pindah ke rumah sebelah dan menciptakan celah kecil di dinding pelindung milik May. Pesulap itu membangkitkan rasa ingin tahu May yang kemudian membangkitkan emosinya dan membebaskan dirinya untuk bergerak maju.

Pemain: Raihaanun, Lukman Sardi, Verdi Solaeman, Ario Bayu, dll

2. Ambu (Farid Dermawan, SkyTree Pictures)

Sinopsis:
Ambu Misnah ditinggal anak perempuannya, Fatma, yang pergi dari rumah mereka di Baduy demi cintanya pada pemuda Jakarta, Nico. Fatma kemudian memiliki anak bernama Nona. Suatu hari, Fatma membawa Nona pulang ke Baduy. Polemik keluarga muncul.

Pemain: Widyawati, Laudya C. Bella, Lutesha, Baim Wong, Endhita, dll

3. Keluarga Cemara (Yandy Laurens, Visinema Pictures)


Sinopsis:
Abah sangat ingin bertahan setelah rumah dan pasca hartanya disita oleh debt collector untuk membayar hutang perusahaan kakak iparnya, dengan cara pindah sementara ke rumah di desa terpencil di Jawa Barat. Rumah itu merupakan rumah masa kecilnya, sebuah warisan dari ayahnya. Karena kasusnya kalah di pengadilan, keluarganya terancam selamanya hidup dalam kemiskinan di desa itu. Abah kini harus beradaptasi secara ekonomi bersama keluarga kecilnya, Emak, Euis yang beranjak remaja, akan mengalami menstruasi pertama serta cinta pertama; serta Cemara/Ara yang penuh semangat. Mereka juga harus menghadapi masalah-masalah keluarga yang perlahan mengguncang prinsip mereka bahwa “harta yang paling berharga adalah keluarga.”

Pemain: Ringgo Agus Rahman, Nirina Zubir, Zara JKT48, Widuri Puteri, dll

4. Kucumbu Tubuh Indahku (Garin Nugroho, Fourcolour Films)

Sinopsis:
Kisah perjalanan hidup Juno sejak kecil hingga dewasa. Ia menjadi penari di sebuah desa di Jawa, yang terkenal sebagai desa penari lengger lanang, sebuah tarian perempuan yang dibawakan penari laki-laki. Kehidupan Juno kecil adalah kehidupan peleburan tubuh maskulin dan feminin yang terbentuk alami oleh kehidupan desa dan keluarganya. Perjalanan hidupnya selanjutnya adalah perjalanan penuh trauma kekerasan tubuh. Trauma kekerasan politk yang dialami ayahnya menjadikan Juno hidup sendiri. Kehidupan masa kecil Juno serba sendiri di desa miskin menjadikan dirinya menjadi ibu dan bapak bagi kehidupannya.  Juno melihat banyak kekerasan yang muncul di sekitarnya. Trauma pertama terhadap kekerasan dialami ketika masuk dalam group tari lengger di desanya. Kekerasan menjadikan tubuhnya harus berpindah dari satu desa ke desa lain. Perpindahan yang menjadikan Juno bertemu banyak sosok manusia, dari petinju hingga maestro penari Reog. Perpindahan ini menjadikan tubuhnya mengalami beragam trauma kekerasan, dari trauma sosial hingga trauma kekerasan politik. Sebuah perjalanan tubuh yang membawanya menemukan keindahan tubuhnya.

Pemain: Muhammad Khan, Aditya Evandra, Rianto, Randy Pangalila, Teuku Rifnu Wikana, dll

5. Mantan Manten (Farishad Latjuba, Visinema Pictures)


Sinopsis:
Sebagai manajer investasi terkenal, Yasnina punya segalanya. Kehidupan glamor, kekayaan, dan Surya, tunangan yang sangat mencintainya. Namun ketenangan hidup Yasnina harus berakhir ketika ia dikhianati oleh Iskandar dalam sebuah kasus di perusahaannya. Dalam sekejap harta Yasnina habis tak bersisa. Tak hanya itu, rencana pernikahannya dengan Surya juga di ujung tanduk. Ardy, asisten Yasnina, mengingatkan bahwa ia masih memiliki sebuah villa di Tawangmangu yang tidak disita karena belum ganti nama. Villa itu kini menjadi harapan satu-satunya Yasnina untuk bangkit lagi. Namun untuk mengambil kembali villa tersebut, Yasnina harus menjadi asisten seorang dukun manten bernama Marjanti.

Pemain: Atiqah Hasiholan, Tutie Kirana, Arifin Putra, Tyo Pakusadewo, dll

6. Terlalu Tampan (Sabrina Rochelle Kalangie, Visinema Pictures)

Sinopsis:
Witing Tresno Jalaran Soko Kulino alias Mas Kulin yang terlalu tampan selalu menghindari masuk ke sekolah regular dan memilih menghabiskan hampir 100% hidupnya di dalam rumah. Hal itu yang membuat ayahnya, Pak Archewe, ibunya, Bu Suk, dan kakaknya, Mas Okis, khawatir. Mereka menyusun skenario yang berhasil membuat Mas Kulin setuju untuk menghabiskan tahun terakhir masa SMA-nya di sekolah khusus pria, SMA Horridson. Ketampanan Mas Kulin terekspos ke dunia luar hingga hari-harinya berjalan tidak biasa: guru-guru wanita pingsan dan menjadi incaran siswi-siswi SMA BBM. Termasuk seorang gadis terlalu cantik: Amanda. Namun, di tengah semua itu, Mas Kulin menemukan Kibo dan Rere yang membuatnya percaya bahwa masih ada orang yang dapat melihat dirinya apa adanya.

Pemain: Ari Irham, Calvin Jeremy, Tarra Budiman, Nikita Willy, Rachel Amanda, dll

Minggu, Juli 14, 2019

Peluncuran Perdana Kostum Gundala Disambut Meriah oleh Warga Bandung

2:25 PM
Animo masyarakat terhadap film Gundala terhitung tinggi semenjak projek ini diumumkan ke publik. Begitu pula ketika pihak rumah produksi mengumumkan jajaran pemain Gundala, warganet cukup riuh sekali membicarakannya. Terlebih pengumuman jajaran pemain tersebut dibarengi dengan rilisnya teaser poster film tersebut yang menampilkan sosok Gundala lengkap dengan kostum khasnya.

Setelah wara-wiri di media sosial, masyarakat dan pecinta Gundala boleh bersenang hati karena untuk pertama kalinya kostum Gundala diperlihatkan secara langsung ke masyarakat umum. Dan lebih khusus warga Bandung karena dipilih sebagai tempat pertama pameran kostum Gundala ini. Peluncuran kostum Gundala ini digelar bersamaan dengan kegiatan Pasir Komik Bandung (Pakoban) pada Sabtu (13/7/2019) di atrium Ground Floor Braga City Walk.
kostum gundala
Peluncuran perdana kostum Gundala

Acara peluncuran kostum Gundala ini juga dihadiri oleh aktor utama pemeran Gundala, Abimana Aryasatya. Selain Abimana, turut hadir juga empat pemain lain yakni Cecep Arif Rahman, Hannah Al Rashid, Faris Fadjar, dan aktor cilik Muzakki Ramdhan yang memerankan Gundala kecil. Acara peluncuran kostum Gundala ini disambut meriah oleh pengunjung Braga CityWalk terlebih saat Abimana naik panggung dengan kostum Gundala dan memeragakan beberapa gestur Gundala termasuk bagaimana cara Gundala memanggil petir.

Kostum Gundala yang diperagakan oleh Abimana ini dibuat di Los Angeles, Amerika Serikat. Meski demikian, kostum yang terinspirasi dari sosok Gundala dalam komik ciptaan Harya Surasminata (Hasmi) yang rilis 50 tahun lalu ini tidak kehilangan identitasnya sebagai karya anak bangsa .
meet and greet cast film gundala
Kepadatang pengunjung yang antusias melihat kostum Gundala secara langung di Braga Citywalk

Setelah melakukan parade kostum, Abimana dan seluruh pemain yang hadir melakukan meet & greet bersama pengunjung. Ada satu hal yang menarik dari kegiatan meet & greet tersebut. Menurut Screenplay Films selaku rumah produksi, film Gundala melibatkan sekitar 1.800 pemeran pendukung dalam proses produksinya. Film yang dikerjakan bersama dengan Bumi Langit Studios dan Legacy Pictures ini pun mendaulat aktor Cecep Arif Rahman sebagai penata koreografi.

Menurut Cecep, aktor yang pernah bermain film bersama Keanu Reeves ini, tidak mudah baginya untuk mengatur 1800 orang. Sebagai contoh, saat ia harus menangani adegan demonstrasi buruh yang melibatkan 300 orang. Untuk menyiasati adegan ini, ia menata koreografi duel  hanya fokus pada beberapa orang saja. Sementara selebihnya jumlah pemain pendukung yang banyak tersebut ditujukan untuk memperlihatkan bagaimana banyaknya buruh yang berdemo,  sebagai gambaran sosial budaya yang melatari Gundala. Menariknya adegan demo buruh dalam film ini diambil di lokasi yang benar-benar pabrik, bukan di dalam studio.
meet and greet cast film gundala
Cecep Arif Rahman (kiri) dan Hannah Al-Rashid (kanan) menjelaskan dibalik layar film Gundala

Cerita tentang proses produksi Gundala dari Cecep Arif Rahman kian menarik, tatkala Abimana menceritakan seperti apa sosok Gundala tersebut. Menurut Abimana, Gundala digambarkan sebagai sosok superhero yang manusiawi. Bahkan Sancaka (nama asli Gundala) yang punya keinginan jadi patriot pun harus bergulat dengan masalah dirinya sendiri sebelum menolong orang lain.

Film arahan Joko Anwar ini dijadwalkan akan tayang di seluruh bioskop di Indonesia pada tanggal 29 Agustus 2019.
meet and greet cast film gundala
Suasana kegembiraan pemain Gundala menyapa warga Bandung

Dan sebagai bocoran, Abimana mengajak penonton untuk tidak lekas beranjak dari kursi setelah film berakhir. Akan ada post credit scene yang disuguhkan. Tentunya hal ini akan membuat kita semakin tidak sabar menunggu pemutaran filmnya, kan? 



Rabu, Mei 29, 2019

Mengusung Genre Laga Komedi, Film Hit & Run Siap Meramaikan Libur Lebaran 2019

12:22 AM


Film komedi? Sudah banyak
Film laga? Juga sudah sering
Film komedi-laga? Nah, ini baru yang tidak-biasa!

Hit & Run garapan Screenplay Films yang bekerja sama dengan Legacy Pictures dan Bukalapak Pictures, serta Nimpuna Sinema dan CJ Entertainment ini juga turut ditangani oleh nama-nama yang sudah mendunia di ranah laga. Dengan Uwais Team sebagai pengarah koreografi, dan dibintangi oleh Joe Taslim dan Yayan Ruhian, kita semua tahu bisa mengharapkan apa dari film ini. Tetapi ketika laga biasanya digarap dengan serius, ditujukan untuk penonton yang dewasa, maka Hit & Run ini diciptakan untuk menjadi sesuatu yang spesial.

Joe Taslim sendiri yang meyakinkan awak media pada konferensi pers yang diadakan saat Gala Premier Bandung di Paris van Java, Selasa, 28 Mei 2019, bahwa Hit & Run dirancang untuk bisa dinikmati oleh penonton usia remaja hingga dewasa. Film ini akan memiliki nilai entertainment yang tinggi yang berasal dari komedi karakter. Ceritanya dibumbui pula dengan adegan musikal, dan berbicara tentang hubungan antarmanusia yang luar biasa.

"Yang fisiknya lemah tidak selalu lemah. Yang kuat tidak selalu kuat. Ini juga adalah tentang kasih sayang kakak kepada adiknya. Film ini juga mampu mengajarkan bikin bangga orangtua itu wujudnya seperti apa. Banyak lapisan-lapisan kehidupan yang dibahas oleh film ini. Keluarga yang menonton akan mendapatkan sesuatu yang baik. Makanya film ini cocok sekali ditonton saat Lebaran," jelas Joe Taslim yang baru pertama kali jadi tokoh utama di layar lebar, panjang lebar.

Joe Taslim dan Yayan Ruhian tampak senang sekali karena  setelah 8 tahun akhirnya mereka dapat bertemu kembali dalam satu proyek yang sama


Menghadirkan sesuatu yang baru dibanding film lain, Hit & Run mengisahkan Joe Taslim yang berperan sebagai seorang polisi yang bernama Tegar Saputra. Pada banyak film sebelumnya, kita mengenal Taslim sebagai sosok yang cool karena aksinya yang tangguh. Tapi dalam komedi pertamanya ini, kita akan melihat perpaduan antara Taslim yang jagoan dengan yang kocak. Karena Tegar adalah polisi selebriti yang narsis. Kemana-mana dia diikuti oleh kamera yang siap merekam aksi-aksi heroiknya untuk disiarkan ke pemirsa televisi dan sosial media. Masalah muncul ketika Tegar harus menangkap seorang gembong narkoba yang kabur dari penjara. Dia yang individualis harus berpasangan dengan seorang tukang tipu yang punya banyak jaringan ke dalam dunia bisnis narkoba. Perburuan Tegar juga dengan cepat menjadi personal lantaran kasus tersebut ternyata berkaitan dengan orang-orang yang ia cintai; adiknya dan seorang penyanyi yang menggoda hatinya.

Peran Taslim bukan sebatas sebagai pemeran utama di depan layar. Ia juga terlibat langsung di belakang layar sebagai Creative Produser. Taslim menyebutkan, dia ikut bersama penulis Upi Avianto dan  Fajar Putra S. serta sutradara Ody C. Harahap memikirkan pengembangan tokoh-tokoh selain Tegar. Menambahkan momen-momen sehingga setiap pemain bisa ikut berkembang.

"Joe Taslim dalam proyek ini adalah otot yang menyatukan kami semua. Chandra Liow sebagai jantung yang menghidupkan suasana. Sedangkan aku, aku sebagai pantatnya hahaha," canda Jefri Nichol yang duduk di sana mengenang bagaimana Joe Taslim adalah orang yang memperjuangkan supaya tokoh yang ia perankan mendapat porsi laga sehingga dia bisa turut keluar dari zona nyaman aktingnya. Nichol mengaku sangat suka dengan karakter yang ia perankan di dalam film ini. Nichol berperan sebagai Jefri yang sejatinya adalah satir dari tokoh-tokoh drama yang biasa ia perankan sebelumnya. "Hit & Run adalah proyek terbaik aku tahun ini," pungkasnya.

Nyaris semua pemain dalam film ini dihadapkan oleh tantangan memainkan peran yang belum pernah jalani sebelumnya. Tatjana Saphira akan disuruh berlebay ria. Nadya Arina akan memainkan tokoh yang mengalami perubahan paling drastis. Tetapi mereka semua mengakui bahwa tantangan biasa bermain serius menjadi lebih santai dan sebaliknya itu ternyata tidak menjadi sedemikian berat. "Karena kita punya tim yang kuat," kata Taslim yang baru sekali ini tampil di Bandung. Arina menyebutkan mereka dilatih oleh Yayu Unru saat proses reading, dan dari sanalah kekeluargaan di antara mereka terjalin. Saling percaya sama lawan main. Tidak ada lagi dinding jaim-jaim-an. Saling support. "Enggak mukul beneran kalo ada yang salah-salah," timpal Nichol yang disambut tawa rekan-rekannya.

Para pemain Hit & Run saat difoto pun masih sambil saling bercanda


Hasilnya? Taslim menyebutkan betapa dirinya benar-benar bangga sama film ini. Sama orang-orang yang bekerja bersama dirinya di film ini. "Yakin, film ini punya taring."


Jadi, tanggal 4 Juni 2019 nanti ketika kita berdiri di depan loket bioskop melihat barisan film-film spesial Lebaran, dan berpikir "Aku nonton Hit & Run saja, deh, karena ...." kita yang sekarang sudah tahu pengisi titik-titik itu adalah karena film ini dibuat dengan serius namun santai penuh kekeluargaan, tidak asal-tembak alias asal-asalan.



Psst, gestur tangan itu kata mereka bakal punya maksud sendiri di dalam Hit & Run. Penasaran?

Senin, Februari 04, 2019

Bicara Pesan Moral Film Orang Kaya Baru dari Perspektif Para Pemainnya

11:20 AM


Memasuki minggu kedua penayangannya, film Orang Kaya Baru masih betah nangkring di delapan bioskop Cinema XXI Bandung. Tentunya ini berkaitan erat dengan jumlah penonton nasional yang diperolehnya. Sampai dengan 2 Februari 2019, Orang Kaya Baru telah ditonton oleh lebih dari 500 ribu penonton.

Melihat fakta bahwa Bandung masih menjadi penyumbang besar untuk jumlah penonton, Orang Kaya Baru mengunjungi kota kembang untuk kedua kalinya. Tapi di kunjungan kali ini, kehadiran Orang Kaya Baru nggak hanya untuk meet and greet, tapi juga menyuguhkan acara 'Hujan Duit OKB'. Sebuah kesempatan untuk para pengunjung bertemu dengan para pemain Orang Kaya Baru sekaligus juga berkesempatan mendapat banyak hadiah menarik.

Bertempat di Mall Transmart Buah Batu Square pada Sabtu (2/2), acara Hujan Duit OKB  membagikan total hadiah puluhan juta rupiah mulai dari sepeda, handphone, smart television, dan masih banyak yang lainnya. Hadir dalam kesempatan tersebut tiga orang pemain Orang Kaya Baru yakni Derby Romero, Fatih Unru, dan Joshua Rundengan.

Fatih Unru (kanan) begitu piawai dalam melantunkan pantun yang membuat suasana menjadi penuh tawa.

Sebelum meluncur ke acara Hujan Duit OKB, ketiga pemain sempat berbagi pendapat dan pengalamannya terkait film yang disutradarai oleh Ody C. Harahap tersebut.

Secara umum film ini banyak dipuji orang karena mengandung pesan moral yang baik. Lalu bagaimana ketiga pemain ini bicara tentang hal tersebut? Mari kita simak kisahnya!

Derby Romero berperan sebagai Duta, anak pertama di keluarga Bapak (Lukman Sardi) yang bercita-cita menjadi sutradara. Dalam perbincangannya ia mengaku bahwa dari film Orang Kaya Baru ia belajar bahwa uang bisa saja mengalahkan idealisme.

Lebih lanjut Derby menegaskan bahwa yang terpenting dari cita-cita adalah kerja keras mewujudkannya. Memang untuk menggapai cita-cita tersebut bakal membutuhkan uang banyak. Tapi menurut Derby, uang bukan segalanya. Boleh saja mengompromikan uang dan idealisme tapi jangan sampai merugikan cita-cita awalnya.

Fatih Unru beda lagi. Ia yang berperan sebagai Dody, adik bungsu dari Duta ini lebih melihat pesan moral Orang Kaya Baru dari sisi keluarga. Menurutnya dengan uang ia bisa membeli apa saja termasuk sepatu mahal yang diidamkannya. Tapi uang nggak akan bisa membeli kehangatan sebuah keluarga.

Lain Fatih lain juga Joshua Rundengan. Ia berperan sebagai teman Dodi di sekolah. Karakternya sendiri digambarkan sebagai teman yang sering jahil kepada Dodi. Menurutnya Orang Kaya Baru mengajarkan tentang persahabatan dan ketulusan. Joshua pun menambahkan bahwa dalam pertemanan nggak boleh melihatnya dari status sosial, apakah teman kita itu kaya atau miskin.



Dari perbincangan singkat tersebut, rupanya ketiga pemain punya perspektif yang berbeda akan tafsiran pesan moral di Orang Kaya Baru. Kalau melihat pemaparannya, perspektif tersebut juga dipengaruhi oleh karakter mereka masing-masing di filmnya.

Kalau masih penasaran bagaimana Orang Kaya Baru memotret fenomena sosial yang ada di masyarakat, kamu bisa segera datang ke bioskop terdekat.





















Sabtu, Januari 19, 2019

Menggelar Pemutaran Perdana di Bandung, Film Orang Kaya Baru Disambut Antusias Penonton

3:42 PM

Raline Shah is back. Setelah pada tahun 2018 tidak muncul di layar lebar, artis peraih Pemeran Pembantu Wanita Terpuji FFB 2015 ini hadir kembali lewat film terbarunya, Orang Kaya Baru.

Filmnya sendiri akan bercerita tentang keluarga sederhana yang terdiri dari Bapak (Lukman Sardi), Ibu (Cut Mini) serta tiga anaknya yaitu Duta (Derby Romero), Tika (Raline Shah), dan Dodi (Fatih Unru). Mereka adalah keluarga yang hidup pas-pasan dan apa adanya. Namun begitu, mereka tetap kompak dan saling menjaga satu sama lain. Masing-masing dari mereka juga punya keunikan sendiri. Misalnya karakter Bapak yang selalu riang gembira walau tidak ada uang atau karakter Tika yang pulang pergi kuliah menggunakan kendaraan umum (metromini).

Namun kebiasaan tersebut berubah total semenjak Bapak meninggal. Kenapa demikian? Hal ini terkait dengan rahasia penting yang disimpan Bapak. Diketahui Bapak memiliki harta yang banyak dan diwariskan kepada anak dan istrinya. Alhasil mereka menjadi 'orang kaya baru' yang bisa membeli apa saja yang mereka inginkan.Tapi di saat seperti inilah ujian datang menghampiri mereka.

Bagaimana kisah mereka selanjutnya?



Untuk memperkenalkan Orang Kaya Baru ke masyarakat luas, pihak rumah produksi Screenplay Films mengadakan special screening di kota Bandung. Acara diselenggarakan pada Jumat, 18 Januari 2019 di XXI Trans Studio Mall pada pukul empat sore.

Dalam kesempatan tersebut tentu hadir sang bintang utama Raline Shah yang juga ditemani pemain lainnya seperti Refal Hady, Fatih Unru, dan Millane Fernandez.

"Film ini ditujukan kepada semua orang, saya rasa film ini lebih kepada filosopi hidup yakni tentang kebersamaan sebuah keluarga. Harta memang bisa mengubah kondisi tapi jika tidak digunakan dengan baik malah bisa merusak hidup", begitulah pembuka Raline ketika ditemui awak media dalam press conference yang berlangsung sebelum special screening dimulai.



Selepas press conference bersama awak media, para pemain langsung menuju bioskop untuk menyapa para penonton yang sudah siap menjadi orang pertama yang menyaksikan Orang Kaya Baru. Ya, karena Bandung adalah kota pertama yang dipilih oleh film yang berasosiasi dengan Legacy Pictures ini. Bahkan special screening ini lebih dulu dibanding Gala Premiere-nya di Jakarta yang akan berlangsung beberapa hari setelahnya.

Atas hal tersebut, sangat wajar jika antusiasme penonton begitu besar apalagi mereka bisa berfoto dengan artis idolanya. Melihat hal tersebut, Millane Fernandez mengaku senang dan bangga bisa mengunjungi Bandung. Baginya Bandung selalu memberikan kenangan unik setiap kali ia berkunjung ke kota yang dikenal dengan julukan kota kembang ini.

Tapi...selain acara special screening yang meriah ada satu fakta menarik dari film ini yang harus kamu tahu. Apa itu? Rupanya Orang Kaya Baru ditulis oleh Joko Anwar berdasarkan cerita masa kecilnya yang berandai-andai apabila ia memiliki ayah yang super kaya. Wah menarik bukan?

Di film ini sendiri, Joko Anwar hanya bertindak sebagai penulis naskah sementara penyutradaraan diserahkan pada Ody C. Harahap. Ody sendiri bisa dibilang salah satu sutradara yang piawai dalam menangani genre drama komedi keluarga, genre diusung oleh Orang Kaya Baru. Beberapa film seperti Kapan Kawin? (2015), Me vs Mami (2016), dan Sweet 20 (2017) adalah contohnya.

Bagi kamu yang penasaran dan tertarik nonton, jangan lupa Orang Kaya Baru akan mulai tayang pada 24 Januari 2019 di bioskop-bioskop seluruh Indonesia. 

 

Minggu, Januari 13, 2019

Diangkat dari Serial Televisi Populer, Preman Pensiun Siap Tayang pada 17 Januari 2019

8:49 AM


Serial Preman Pensiun yang ditayangkan di RCTI sempat populer pada tahun 2015. Kepopuleran tersebut disinyalir karena Preman Pensiun menawarkan variasi baru dalam dunia sinetron Indonesia yang sebagian besar masih berkutat pada drama cinta. Serial produksi MNC Pictures ini malah hadir dengan cerita sederhana yakni tentang kehidupan preman yang akhirnya pensiun dari bisnis yang dijalaninya.Salah satu tokohnya adalah Kang Muslihat (Epy Kusnandar) yang lebih memilih usaha pembuatan kecimpring setelah pensiun dari bisnis preman.

Dengan berlatar Sunda, serial yang sering menduduki rating satu ini berhasil meraih penghargaan Serial Televisi Terpuji di Festival Film Bandung 2015. Tidak hanya itu, salah satu keberhasilan yang ditunjukkan oleh Preman Pensiun adalah fanbase yang besar terutama di Jawa Barat. Bahkan masyarakat luas lebih mengenal karakter yang dimainkan para pemerannya dibandingkan nama asli mereka sendiri.

Berbekal segudang kelebihan tersebut, MNC Pictures berasosiasi dengan ANP Films mencoba mengangkat serial Preman Pensiun ke layar lebar. Film ini akan melanjutkan kisah dari serialnya yakni setelah tiga tahun kepergian Kang Bahar (alm. Didi Petet).

Suasana teras XXI Ciwalk yang dipenuhi oleh penonton yang sudah tak sabar ingin menyaksikan Preman Pensiun/via MNC Pictures
Sebagai bagian dari upaya mengobati rindu para penggemarnya yang sebagian besar tersebar di Jawa Barat, Preman Pensiun melangsungkan Gala Premiere di XXI Cihampelas Walk Bandung pada Sabtu, 12 Januari 2019. Acara tersebut berlangsung meriah dan dihadiri oleh seluruh pemain dan kru Preman Pensiun. Mulai dari pemeran utama, pemeran pendukung hingga extras menghadiri acara tersebut. Terasa sekali nuansa kekeluargan yang terlihat di antara para pemeran Preman Pensiun.

Acara semakin meriah karena Gala Premiere tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil beserta istri. Dalam sambutannya, Ridwan Kamil menyampaikan bahwa Bandung dan Jawa Barat sangat mendukung industri perfilman salah satunya dengan mempersilakan para produser untuk melakukan syuting di wilayah Jawa Barat.

Tak hanya hadir dan menyampaikan sambutan, Ridwan Kamil pun menyempatkan untuk menonton filmnya. Lalu apa tanggapan Ridwan Kamil selepas menonton Preman Pensiun?

"Pesan Preman Pensiun sangat mendalam tentang tanggung jawab. Siapa yang berbuat dia harus punya pertanggungjawaban dan tentunya ini menjadi hikmah buat kita yang nonton. Tadi banyak juga ketawa-ketawanya, receh istilahnya, tapi diangkat menjadi sesuatu yang menyenangkan. Ada sedihnya juga karena endingnya juga tentu berdinamika", begitulah kesan pertama Ridwan Kamil terhadap Preman Pensiun.

Ridwan Kamil dengan berbusana santai ikut menghadiri Gala Premiere Preman Pensiun/via MNC Pictures
Selain dari Ridwan Kamil, Raja Lubis selaku perwakilan dari Forum Film Bandung yang juga turut menghadiri acara tersebut mengungkapkan bahwa Preman Pensiun adalah film yang berlatar Sunda dan terasa dekat dengan keseharian orang Sunda: Bandung dan Jawa Barat pada umumnya. Selain itu, Preman Pensiun tetap mempertahankan ciri khas serialnya salah satunya dengan cut to cut dari satu adegan ke adegan lain tanpa menghilangkan konteks adegan itu sendiri. Dan itu sesuatu yang segar dalam perfilman Indonesia.

Pihak produser berharap film arahan Aris Nugraha ini dapat diterima khususnya oleh masyarakat Jawa Barat. Terlebih seluruh pemain adalah asli Jawa Barat dan syuting pun sepenuhnya dilakukan di Jawa Barat. Meski begitu Preman Pensiun pun tetap bisa dinikmati oleh masyarakat di luar Jawa Barat karena film tetap menggunakan bahasa Indonesia.

Para Pemeran Preman Pensiun berfoto bersama seusai Gala Premiere yang berlangsung di XXI Ciwalk pada 12 Januari 2019/via MNC Pictures

Kamu yang penasaran dengan Preman Pensiun, tandai kalender kamu karena film ini akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 17 Januari 2019. Tong hilap nya!



 

Sabtu, November 24, 2018

Daftar Lengkap Pemenang Festival Film Bandung Ke-31 Tahun 2018, The Flower Power

4:44 PM
(I) Pemenang Serial Televisi dan Naraserial Televisi








(II) Pemenang Film Televisi dan Narafilm Televisi Terpuji





(III) Pemenang Film dan Narafilm Terpuji
















(IV) Penghargaan Khusus




(V) Lifetime Achievement Award