Rabu, Mei 29, 2019

Mengusung Genre Laga Komedi, Film Hit & Run Siap Meramaikan Libur Lebaran 2019

12:22 AM


Film komedi? Sudah banyak
Film laga? Juga sudah sering
Film komedi-laga? Nah, ini baru yang tidak-biasa!

Hit & Run garapan Screenplay Films yang bekerja sama dengan Legacy Pictures dan Bukalapak Pictures, serta Nimpuna Sinema dan CJ Entertainment ini juga turut ditangani oleh nama-nama yang sudah mendunia di ranah laga. Dengan Uwais Team sebagai pengarah koreografi, dan dibintangi oleh Joe Taslim dan Yayan Ruhian, kita semua tahu bisa mengharapkan apa dari film ini. Tetapi ketika laga biasanya digarap dengan serius, ditujukan untuk penonton yang dewasa, maka Hit & Run ini diciptakan untuk menjadi sesuatu yang spesial.

Joe Taslim sendiri yang meyakinkan awak media pada konferensi pers yang diadakan saat Gala Premier Bandung di Paris van Java, Selasa, 28 Mei 2019, bahwa Hit & Run dirancang untuk bisa dinikmati oleh penonton usia remaja hingga dewasa. Film ini akan memiliki nilai entertainment yang tinggi yang berasal dari komedi karakter. Ceritanya dibumbui pula dengan adegan musikal, dan berbicara tentang hubungan antarmanusia yang luar biasa.

"Yang fisiknya lemah tidak selalu lemah. Yang kuat tidak selalu kuat. Ini juga adalah tentang kasih sayang kakak kepada adiknya. Film ini juga mampu mengajarkan bikin bangga orangtua itu wujudnya seperti apa. Banyak lapisan-lapisan kehidupan yang dibahas oleh film ini. Keluarga yang menonton akan mendapatkan sesuatu yang baik. Makanya film ini cocok sekali ditonton saat Lebaran," jelas Joe Taslim yang baru pertama kali jadi tokoh utama di layar lebar, panjang lebar.

Joe Taslim dan Yayan Ruhian tampak senang sekali karena  setelah 8 tahun akhirnya mereka dapat bertemu kembali dalam satu proyek yang sama


Menghadirkan sesuatu yang baru dibanding film lain, Hit & Run mengisahkan Joe Taslim yang berperan sebagai seorang polisi yang bernama Tegar Saputra. Pada banyak film sebelumnya, kita mengenal Taslim sebagai sosok yang cool karena aksinya yang tangguh. Tapi dalam komedi pertamanya ini, kita akan melihat perpaduan antara Taslim yang jagoan dengan yang kocak. Karena Tegar adalah polisi selebriti yang narsis. Kemana-mana dia diikuti oleh kamera yang siap merekam aksi-aksi heroiknya untuk disiarkan ke pemirsa televisi dan sosial media. Masalah muncul ketika Tegar harus menangkap seorang gembong narkoba yang kabur dari penjara. Dia yang individualis harus berpasangan dengan seorang tukang tipu yang punya banyak jaringan ke dalam dunia bisnis narkoba. Perburuan Tegar juga dengan cepat menjadi personal lantaran kasus tersebut ternyata berkaitan dengan orang-orang yang ia cintai; adiknya dan seorang penyanyi yang menggoda hatinya.

Peran Taslim bukan sebatas sebagai pemeran utama di depan layar. Ia juga terlibat langsung di belakang layar sebagai Creative Produser. Taslim menyebutkan, dia ikut bersama penulis Upi Avianto dan  Fajar Putra S. serta sutradara Ody C. Harahap memikirkan pengembangan tokoh-tokoh selain Tegar. Menambahkan momen-momen sehingga setiap pemain bisa ikut berkembang.

"Joe Taslim dalam proyek ini adalah otot yang menyatukan kami semua. Chandra Liow sebagai jantung yang menghidupkan suasana. Sedangkan aku, aku sebagai pantatnya hahaha," canda Jefri Nichol yang duduk di sana mengenang bagaimana Joe Taslim adalah orang yang memperjuangkan supaya tokoh yang ia perankan mendapat porsi laga sehingga dia bisa turut keluar dari zona nyaman aktingnya. Nichol mengaku sangat suka dengan karakter yang ia perankan di dalam film ini. Nichol berperan sebagai Jefri yang sejatinya adalah satir dari tokoh-tokoh drama yang biasa ia perankan sebelumnya. "Hit & Run adalah proyek terbaik aku tahun ini," pungkasnya.

Nyaris semua pemain dalam film ini dihadapkan oleh tantangan memainkan peran yang belum pernah jalani sebelumnya. Tatjana Saphira akan disuruh berlebay ria. Nadya Arina akan memainkan tokoh yang mengalami perubahan paling drastis. Tetapi mereka semua mengakui bahwa tantangan biasa bermain serius menjadi lebih santai dan sebaliknya itu ternyata tidak menjadi sedemikian berat. "Karena kita punya tim yang kuat," kata Taslim yang baru sekali ini tampil di Bandung. Arina menyebutkan mereka dilatih oleh Yayu Unru saat proses reading, dan dari sanalah kekeluargaan di antara mereka terjalin. Saling percaya sama lawan main. Tidak ada lagi dinding jaim-jaim-an. Saling support. "Enggak mukul beneran kalo ada yang salah-salah," timpal Nichol yang disambut tawa rekan-rekannya.

Para pemain Hit & Run saat difoto pun masih sambil saling bercanda


Hasilnya? Taslim menyebutkan betapa dirinya benar-benar bangga sama film ini. Sama orang-orang yang bekerja bersama dirinya di film ini. "Yakin, film ini punya taring."


Jadi, tanggal 4 Juni 2019 nanti ketika kita berdiri di depan loket bioskop melihat barisan film-film spesial Lebaran, dan berpikir "Aku nonton Hit & Run saja, deh, karena ...." kita yang sekarang sudah tahu pengisi titik-titik itu adalah karena film ini dibuat dengan serius namun santai penuh kekeluargaan, tidak asal-tembak alias asal-asalan.



Psst, gestur tangan itu kata mereka bakal punya maksud sendiri di dalam Hit & Run. Penasaran?

Senin, Februari 04, 2019

Bicara Pesan Moral Film Orang Kaya Baru dari Perspektif Para Pemainnya

11:20 AM


Memasuki minggu kedua penayangannya, film Orang Kaya Baru masih betah nangkring di delapan bioskop Cinema XXI Bandung. Tentunya ini berkaitan erat dengan jumlah penonton nasional yang diperolehnya. Sampai dengan 2 Februari 2019, Orang Kaya Baru telah ditonton oleh lebih dari 500 ribu penonton.

Melihat fakta bahwa Bandung masih menjadi penyumbang besar untuk jumlah penonton, Orang Kaya Baru mengunjungi kota kembang untuk kedua kalinya. Tapi di kunjungan kali ini, kehadiran Orang Kaya Baru nggak hanya untuk meet and greet, tapi juga menyuguhkan acara 'Hujan Duit OKB'. Sebuah kesempatan untuk para pengunjung bertemu dengan para pemain Orang Kaya Baru sekaligus juga berkesempatan mendapat banyak hadiah menarik.

Bertempat di Mall Transmart Buah Batu Square pada Sabtu (2/2), acara Hujan Duit OKB  membagikan total hadiah puluhan juta rupiah mulai dari sepeda, handphone, smart television, dan masih banyak yang lainnya. Hadir dalam kesempatan tersebut tiga orang pemain Orang Kaya Baru yakni Derby Romero, Fatih Unru, dan Joshua Rundengan.

Fatih Unru (kanan) begitu piawai dalam melantunkan pantun yang membuat suasana menjadi penuh tawa.

Sebelum meluncur ke acara Hujan Duit OKB, ketiga pemain sempat berbagi pendapat dan pengalamannya terkait film yang disutradarai oleh Ody C. Harahap tersebut.

Secara umum film ini banyak dipuji orang karena mengandung pesan moral yang baik. Lalu bagaimana ketiga pemain ini bicara tentang hal tersebut? Mari kita simak kisahnya!

Derby Romero berperan sebagai Duta, anak pertama di keluarga Bapak (Lukman Sardi) yang bercita-cita menjadi sutradara. Dalam perbincangannya ia mengaku bahwa dari film Orang Kaya Baru ia belajar bahwa uang bisa saja mengalahkan idealisme.

Lebih lanjut Derby menegaskan bahwa yang terpenting dari cita-cita adalah kerja keras mewujudkannya. Memang untuk menggapai cita-cita tersebut bakal membutuhkan uang banyak. Tapi menurut Derby, uang bukan segalanya. Boleh saja mengompromikan uang dan idealisme tapi jangan sampai merugikan cita-cita awalnya.

Fatih Unru beda lagi. Ia yang berperan sebagai Dody, adik bungsu dari Duta ini lebih melihat pesan moral Orang Kaya Baru dari sisi keluarga. Menurutnya dengan uang ia bisa membeli apa saja termasuk sepatu mahal yang diidamkannya. Tapi uang nggak akan bisa membeli kehangatan sebuah keluarga.

Lain Fatih lain juga Joshua Rundengan. Ia berperan sebagai teman Dodi di sekolah. Karakternya sendiri digambarkan sebagai teman yang sering jahil kepada Dodi. Menurutnya Orang Kaya Baru mengajarkan tentang persahabatan dan ketulusan. Joshua pun menambahkan bahwa dalam pertemanan nggak boleh melihatnya dari status sosial, apakah teman kita itu kaya atau miskin.



Dari perbincangan singkat tersebut, rupanya ketiga pemain punya perspektif yang berbeda akan tafsiran pesan moral di Orang Kaya Baru. Kalau melihat pemaparannya, perspektif tersebut juga dipengaruhi oleh karakter mereka masing-masing di filmnya.

Kalau masih penasaran bagaimana Orang Kaya Baru memotret fenomena sosial yang ada di masyarakat, kamu bisa segera datang ke bioskop terdekat.





















Sabtu, Januari 19, 2019

Menggelar Pemutaran Perdana di Bandung, Film Orang Kaya Baru Disambut Antusias Penonton

3:42 PM

Raline Shah is back. Setelah pada tahun 2018 tidak muncul di layar lebar, artis peraih Pemeran Pembantu Wanita Terpuji FFB 2015 ini hadir kembali lewat film terbarunya, Orang Kaya Baru.

Filmnya sendiri akan bercerita tentang keluarga sederhana yang terdiri dari Bapak (Lukman Sardi), Ibu (Cut Mini) serta tiga anaknya yaitu Duta (Derby Romero), Tika (Raline Shah), dan Dodi (Fatih Unru). Mereka adalah keluarga yang hidup pas-pasan dan apa adanya. Namun begitu, mereka tetap kompak dan saling menjaga satu sama lain. Masing-masing dari mereka juga punya keunikan sendiri. Misalnya karakter Bapak yang selalu riang gembira walau tidak ada uang atau karakter Tika yang pulang pergi kuliah menggunakan kendaraan umum (metromini).

Namun kebiasaan tersebut berubah total semenjak Bapak meninggal. Kenapa demikian? Hal ini terkait dengan rahasia penting yang disimpan Bapak. Diketahui Bapak memiliki harta yang banyak dan diwariskan kepada anak dan istrinya. Alhasil mereka menjadi 'orang kaya baru' yang bisa membeli apa saja yang mereka inginkan.Tapi di saat seperti inilah ujian datang menghampiri mereka.

Bagaimana kisah mereka selanjutnya?



Untuk memperkenalkan Orang Kaya Baru ke masyarakat luas, pihak rumah produksi Screenplay Films mengadakan special screening di kota Bandung. Acara diselenggarakan pada Jumat, 18 Januari 2019 di XXI Trans Studio Mall pada pukul empat sore.

Dalam kesempatan tersebut tentu hadir sang bintang utama Raline Shah yang juga ditemani pemain lainnya seperti Refal Hady, Fatih Unru, dan Millane Fernandez.

"Film ini ditujukan kepada semua orang, saya rasa film ini lebih kepada filosopi hidup yakni tentang kebersamaan sebuah keluarga. Harta memang bisa mengubah kondisi tapi jika tidak digunakan dengan baik malah bisa merusak hidup", begitulah pembuka Raline ketika ditemui awak media dalam press conference yang berlangsung sebelum special screening dimulai.



Selepas press conference bersama awak media, para pemain langsung menuju bioskop untuk menyapa para penonton yang sudah siap menjadi orang pertama yang menyaksikan Orang Kaya Baru. Ya, karena Bandung adalah kota pertama yang dipilih oleh film yang berasosiasi dengan Legacy Pictures ini. Bahkan special screening ini lebih dulu dibanding Gala Premiere-nya di Jakarta yang akan berlangsung beberapa hari setelahnya.

Atas hal tersebut, sangat wajar jika antusiasme penonton begitu besar apalagi mereka bisa berfoto dengan artis idolanya. Melihat hal tersebut, Millane Fernandez mengaku senang dan bangga bisa mengunjungi Bandung. Baginya Bandung selalu memberikan kenangan unik setiap kali ia berkunjung ke kota yang dikenal dengan julukan kota kembang ini.

Tapi...selain acara special screening yang meriah ada satu fakta menarik dari film ini yang harus kamu tahu. Apa itu? Rupanya Orang Kaya Baru ditulis oleh Joko Anwar berdasarkan cerita masa kecilnya yang berandai-andai apabila ia memiliki ayah yang super kaya. Wah menarik bukan?

Di film ini sendiri, Joko Anwar hanya bertindak sebagai penulis naskah sementara penyutradaraan diserahkan pada Ody C. Harahap. Ody sendiri bisa dibilang salah satu sutradara yang piawai dalam menangani genre drama komedi keluarga, genre diusung oleh Orang Kaya Baru. Beberapa film seperti Kapan Kawin? (2015), Me vs Mami (2016), dan Sweet 20 (2017) adalah contohnya.

Bagi kamu yang penasaran dan tertarik nonton, jangan lupa Orang Kaya Baru akan mulai tayang pada 24 Januari 2019 di bioskop-bioskop seluruh Indonesia. 

 

Minggu, Januari 13, 2019

Diangkat dari Serial Televisi Populer, Preman Pensiun Siap Tayang pada 17 Januari 2019

8:49 AM


Serial Preman Pensiun yang ditayangkan di RCTI sempat populer pada tahun 2015. Kepopuleran tersebut disinyalir karena Preman Pensiun menawarkan variasi baru dalam dunia sinetron Indonesia yang sebagian besar masih berkutat pada drama cinta. Serial produksi MNC Pictures ini malah hadir dengan cerita sederhana yakni tentang kehidupan preman yang akhirnya pensiun dari bisnis yang dijalaninya.Salah satu tokohnya adalah Kang Muslihat (Epy Kusnandar) yang lebih memilih usaha pembuatan kecimpring setelah pensiun dari bisnis preman.

Dengan berlatar Sunda, serial yang sering menduduki rating satu ini berhasil meraih penghargaan Serial Televisi Terpuji di Festival Film Bandung 2015. Tidak hanya itu, salah satu keberhasilan yang ditunjukkan oleh Preman Pensiun adalah fanbase yang besar terutama di Jawa Barat. Bahkan masyarakat luas lebih mengenal karakter yang dimainkan para pemerannya dibandingkan nama asli mereka sendiri.

Berbekal segudang kelebihan tersebut, MNC Pictures berasosiasi dengan ANP Films mencoba mengangkat serial Preman Pensiun ke layar lebar. Film ini akan melanjutkan kisah dari serialnya yakni setelah tiga tahun kepergian Kang Bahar (alm. Didi Petet).

Suasana teras XXI Ciwalk yang dipenuhi oleh penonton yang sudah tak sabar ingin menyaksikan Preman Pensiun/via MNC Pictures
Sebagai bagian dari upaya mengobati rindu para penggemarnya yang sebagian besar tersebar di Jawa Barat, Preman Pensiun melangsungkan Gala Premiere di XXI Cihampelas Walk Bandung pada Sabtu, 12 Januari 2019. Acara tersebut berlangsung meriah dan dihadiri oleh seluruh pemain dan kru Preman Pensiun. Mulai dari pemeran utama, pemeran pendukung hingga extras menghadiri acara tersebut. Terasa sekali nuansa kekeluargan yang terlihat di antara para pemeran Preman Pensiun.

Acara semakin meriah karena Gala Premiere tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil beserta istri. Dalam sambutannya, Ridwan Kamil menyampaikan bahwa Bandung dan Jawa Barat sangat mendukung industri perfilman salah satunya dengan mempersilakan para produser untuk melakukan syuting di wilayah Jawa Barat.

Tak hanya hadir dan menyampaikan sambutan, Ridwan Kamil pun menyempatkan untuk menonton filmnya. Lalu apa tanggapan Ridwan Kamil selepas menonton Preman Pensiun?

"Pesan Preman Pensiun sangat mendalam tentang tanggung jawab. Siapa yang berbuat dia harus punya pertanggungjawaban dan tentunya ini menjadi hikmah buat kita yang nonton. Tadi banyak juga ketawa-ketawanya, receh istilahnya, tapi diangkat menjadi sesuatu yang menyenangkan. Ada sedihnya juga karena endingnya juga tentu berdinamika", begitulah kesan pertama Ridwan Kamil terhadap Preman Pensiun.

Ridwan Kamil dengan berbusana santai ikut menghadiri Gala Premiere Preman Pensiun/via MNC Pictures
Selain dari Ridwan Kamil, Raja Lubis selaku perwakilan dari Forum Film Bandung yang juga turut menghadiri acara tersebut mengungkapkan bahwa Preman Pensiun adalah film yang berlatar Sunda dan terasa dekat dengan keseharian orang Sunda: Bandung dan Jawa Barat pada umumnya. Selain itu, Preman Pensiun tetap mempertahankan ciri khas serialnya salah satunya dengan cut to cut dari satu adegan ke adegan lain tanpa menghilangkan konteks adegan itu sendiri. Dan itu sesuatu yang segar dalam perfilman Indonesia.

Pihak produser berharap film arahan Aris Nugraha ini dapat diterima khususnya oleh masyarakat Jawa Barat. Terlebih seluruh pemain adalah asli Jawa Barat dan syuting pun sepenuhnya dilakukan di Jawa Barat. Meski begitu Preman Pensiun pun tetap bisa dinikmati oleh masyarakat di luar Jawa Barat karena film tetap menggunakan bahasa Indonesia.

Para Pemeran Preman Pensiun berfoto bersama seusai Gala Premiere yang berlangsung di XXI Ciwalk pada 12 Januari 2019/via MNC Pictures

Kamu yang penasaran dengan Preman Pensiun, tandai kalender kamu karena film ini akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 17 Januari 2019. Tong hilap nya!



 

Sabtu, November 24, 2018

Daftar Lengkap Pemenang Festival Film Bandung Ke-31 Tahun 2018, The Flower Power

4:44 PM
(I) Pemenang Serial Televisi dan Naraserial Televisi








(II) Pemenang Film Televisi dan Narafilm Televisi Terpuji





(III) Pemenang Film dan Narafilm Terpuji
















(IV) Penghargaan Khusus




(V) Lifetime Achievement Award