Rabu, Juli 16, 2014

EMAK INGIN NAIK HAJI & EMAK IJAH PENGEN KE MEKAH ADALAH MISTERI PERJALANAN HATI

Oleh Agus Safari FORUM FILM BANDUNG

BEBERAPA hari yang lalu saya nonton ulang film lawas “Emak ingin naik Haji” salah satu koleksi film pilihan yang saya simpan, diputar untuk mengisi waktu di bulan Ramadhan ini. Film ini dirilis pertama kali pada 12 November 2009 diambil dari sebuah Cerpen karya Asma Nadia. Saat ini telah dibuat Sinetronnya dengan judul “Emak Ijah Pengen Ke Mekah” yang ditayangkan setiap hari di SCTV. 
 
Dalam film lawas yang saya tonton tak jauh berbeda alur dan plot cerita dengan Sinetronnya; terharu, lucu dan mentertawakan diri sendiri melalui tokoh-tokohnya, dan yang membedakan adalah pola ceritanya yang diperlebar hingga mencapai ratusan episode sampai saat ini.  Dalam film “Emak Ingin Naik Haji” menceritakan bagaimana Emak mempunyai niat yang kuat untuk berangkat haji dengan menabung sedikit demi sedikit dari hasil usahanya. Namun hasil tabungan itu terpaksa ia relakan untuk biaya operasi cucunya, dengan tulus-ikhlas Emak merelakan hasil tabungannya tersebut untuk biaya operasi, dan ia mengatakan kepada anaknya bahwa ia masih bisa menabung lagi meski harus berbulan bahkan bertahun lamanya. Begitu pun dalam Sinetron “Emak Ijah Pengen Ke Mekah” intinya sama yaitu keinginan yang mendasar untuk berangkat ibadah Haji. Karena kekuatan niat hati Emak itulah Allah Ta'ala memberikan jalan melalui seorang yang berlebih hartanya untuk memberangkatkan Emak naik haji. 
Begitulah kisah dari film lawas yang saya tonton saat itu. Makna yang tersirat adalah sebuah perjalanan hati dari kekuatan dan keteguhan niat  manusia yang tidak berubah.Lalu saya jadi teringatkan oleh sebuah cerita yang diriwayatkan dari Ikrimah bin Abu Jahal; bahwa ada satu pohon besar yang dijadikan oleh orang-orang untuk meminta berkah, kemudian satu orang laki-laki melihat hal itu adalah merupakan menyekutukan Allah, dan ia dengan niat yang kuat akan menebang pohon itu, namun pada saat ia akan menebang pohon itu, ia bertemu dengan iblis yang menjelma menjadi manusia.
Iblis mencoba melarang dengan segala cara apa yang akan dilakukan laki-laki tersebut, dan orang ini pun dengan segala cara mempertahankan niatnya untuk menebang pohon. Akhirnya iblis dan laki-laki tersebut berkelahi, dan iblis berbentuk manusia itu pun berkali-kali dijatuhkan hingga lemas, kemudian iblis mengeluarkan jurus maut lainnya, yaitu akan memberikan uang setiap hari sebanyak 4 dirham, maka laki-laki itupun setuju dan mengurungkan niatnya untuk menebang pohon pembawa berkah. Dan memang 3 hari berturut-turut laki-laki itu mendapatkan uangnya, namun pada hari selanjutnya  tidak menerima lagi seperti yang telah dijanjikan oleh iblis yang menjelma jadi manusia itu. Maka dengan marah ia bawa lagi kampak untuk menebang pohon itu.
Di tengah jalan ia bertemu lagi dengan iblis yang menyamar sebagai laki-laki penjaga pohon itu. Seperti biasa iblis menghalangi maksud laki-laki itu, tapi berakhir dengan perkelahian kembali, namun kali ini laki-laki yang bawa kampak itu yang dibanting-banting oleh iblis berkali-kali hingga kehabisan tenaga dan lemas.
                “Beberapa waktu yang lalu aku kalahkan kamu, tapi sekarang kamu kalahkan aku, hebat betul kamu....”, iblis kemudian menanggapi.
                “Waktu yang kali pertama itu, saat itu kamu keluar rumah dengan maksud menebang pohon dengan niat yang bersih karena iman kepada-Nya. Beberapa anak buahku pun tak mampu mengalahkanmu. Tapi saat ini karena kamu  tidak menerima uang lagi, maka muncul nafsu amarah dan kembali ingin menebang pohon itu lagi. Kamu sangat bodoh..!”. Lalu laki-laki itu pulang dengan rasa sesal yang besar.
Sebuah perjalanan hati  manusia dalam pengembaraannya selalu banyak tawaran-tawaran dan pilihan-pilihan yang menggoda kekuatan niat hati tapi begitulah kalau niat sudah bergeser, semua berbalik 180 derajat namun tidak berlaku bagi kuatnya niat Emak dalam film maupun Sinetron. 

Hmmm, Perjalanan hati selalu penuh misteri, kawan....

Salam dan jabat tangan erat.
,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar