Untuk informasi dan aktivitas FFB terkini, tonton video terbaru di Channel Youtube kami. Subscribe Here!

Pelatihan Produksi Film Pendek Bersama Ensadi Joko Santoso

Dalam rangka menyambut Festival Film Bandung ke-39, Forum Film Bandung (FFB) menggelar workshop Pelatihan Produksi Film Pendek pada Senin, 4 Mei 2025. Acara ini menghadirkan Ensadi Joko Santoso, dosen sinematografi Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta, sebagai narasumber utama.

Ensadi Joko Santoso dikenal sebagai sinematografer, sutradara, sekaligus dosen senior IKJ yang mendedikasikan hidupnya untuk dunia perfilman Indonesia. Salah satu karyanya yang merekam kekayaan budaya Nusantara adalah film pendek Kidung Bidadari - film yang menghadirkan tradisi masyarakat adat - sukses menembus  beberapa festival film bertaraf internasional. Bahkan pada ajang Festival Prince of Prestige Academy Award ke-11 yang berlangsung di London film ini berhasil menyabet penghargaan sebagai Film Berbahasa Asing Terbaik.

Acara workshop berlangsung di  gedung Gelanggang Generasi Muda - Jalan Merdeka Bandung ini dihadiri oleh 20 orang peserta yang berasal dari mahasiswa dan para pegiat komunitas film di kota Bandung dan sekitarnya. Selain menghadirkan sesi pelatihan, workshop ini juga menjadi ruang diskusi mengenai perkembangan perfilman di Kota Bandung.

sambutan Eddy D Iskandar selaku Ketua Umum Forum Film Bandung

Terkait acara puncak Festival Film Bandung yang akan segera digelar tahun ini, Faisal Tachir selaku perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung  yang hadir dan membuka acara ini turut menyampaikan dukungannya terhadap rangkaian kegiatan yang berlangsung. Ia juga mengajak para peserta untuk kembali meninjau peran penting Kota Bandung dalam rekam jejak sejarah perfilman nasional di Indonesia.

sambutan Faisal Tachir selaku perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

Dalam sambutannya, Faisal menyebutkan Bandung memiliki kedekatan yang kuat dengan sejarah industri film Tanah Air. Bahkan, film Lutung Kasarung yang dikenal sebagai salah satu film pertama di Indonesia diproduksi di kota ini.  Tidak heran jika Bandung memiliki posisi yang istimewa sebagai ruang tumbuh dan berkembangnya ekosistem perfilman nasional, sekaligus menjadi tempat yang tepat untuk berbagai festival film bergengsi tahun ini.

sesi diskusi dengan peserta

Memasuki sesi materi, peserta mulai diajak memahami dasar-dasar penting dalam penulisan film berbasis budaya lokal.  Pada sesi ini, peserta diajak memahami bahwa kekuatan film berbasis bahasa daerah terletak pada kejujuran budaya dan kedekatan emosionalnya dengan masyarakat. Film seperti Tilik dan Uang Panai’ menjadi contoh bagaimana dialog, dialek, hingga tradisi lokal mampu membangun karakter cerita yang kuat dan otentik.
paparan materi 

Dalam penulisan skenario, ide dasar disebut sebagai ruh utama yang menjaga arah cerita tetap konsisten, mulai dari pembentukan karakter, konflik, hingga visual yang tampil di layar. Peserta juga diperkenalkan pada beberapa prinsip:  “show, don’t tell” sampai pentingnya penggunaan format skenario standar industri.

Dalam proses kolaborasi, peserta juga mendapatkan wawasan akan pentingnya kerja sama antara penulis utama, co-writer, konsultan bahasa, editor naskah, hingga supervisor naskah untuk menjaga kualitas cerita dan keaslian budaya yang diangkat.

Tidak hanya berhenti pada pemaparan teori, pelatihan ini juga dirancang agar peserta dapat langsung mengembangkan karya mereka sendiri. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menghasilkan skenario film pendek berbahasa daerah sebagai bentuk pengembangan ide yang telah dipelajari selama workshop berlangsung. Proses penulisannya pun akan terus mendapatkan arahan langsung dari Bapak Ensadi melalui diskusi pada grup WhatsApp yang akan difasilitasi oleh panitia.


Post a Comment

Terima kasih sudah mengunjungi website resmi Festival Film Bandung. Sila tinggalkan jejak di kolom komentar. Hindari spamming dan kata-kata kasar demi kenyamanan bersama.
© Forum Film Bandung. All rights reserved.