Inilah 6 Film Indonesia Terbaik Semester I 2019 Pilihan Sahabat FFBComm

Forum Film Bandung Community atau sering disebut dengan FFBComm adalah komunitas yang fokus pada apresiasi dan literasi perfilman. Berbagai kegiatan seperti nonton bareng, diskusi film, pelatihan menulis, pendidikan sinematografi adalah contoh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas yang bermarkas di kota Bandung ini.

Selain kegiatan offline, FFBComm juga mengadakan serangkaian program di media sosial agar bisa diikuti oleh seluruh pecinta film di Indonesia atau bahkan luar negara. Untuk mengakrabkan dan menghangatkan diri, seluruh anggota FFBComm disatukan dalam WA Grup khusus yang diberi nama 'Sahabat FFBComm'.

Nah, salah satu program di WA Grup adalah Movie Rating. Program ini boleh diikuti semua member Sahabat FFBComm dengan cara memberikan rating 0.1 - 10 pada setiap film yang ditontonnya. Dengan program ini diharapkan, FFBComm bisa memberikan rekomendasi film-film terbaik yang bisa ditonton oleh masyarakat.

Dan selama satu semester (1 Januari - 30 Juni 2019), puluhan film Indonesia berhasil dirating. Berikut enam film Indonesia yang mendapat rating tertinggi (diurut secara alfabetis) dan untuk membaca reviewnya sila klik di judul filmnya:

1. 27 Steps of May (Ravi Bharwani, Green Glow Pictures)

Sinopsis:
Delapan tahun lalu, May, 14 tahun, diperkosa oleh sekumpulan orang. Ayah May sangat terpukul dan menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga putrinya. Karena sangat trauma akibat insiden ini, May menarik diri sepenuhnya dari kehidupan. Ayahnya terjebak oleh perasaan bersalah yang membawanya hidup di dua dunia. Bersama May, dia adalah jiwa lembut yang mengorbankan segalanya demi kenyamanan dan keamanan putrinya, namun di ring tinju, dia adalah petinju yang bertarung untuk menyalurkan amarahnya. Sampai akhirnya seorang pesulap pindah ke rumah sebelah dan menciptakan celah kecil di dinding pelindung milik May. Pesulap itu membangkitkan rasa ingin tahu May yang kemudian membangkitkan emosinya dan membebaskan dirinya untuk bergerak maju.

Pemain: Raihaanun, Lukman Sardi, Verdi Solaeman, Ario Bayu, dll

2. Ambu (Farid Dermawan, SkyTree Pictures)

Sinopsis:
Ambu Misnah ditinggal anak perempuannya, Fatma, yang pergi dari rumah mereka di Baduy demi cintanya pada pemuda Jakarta, Nico. Fatma kemudian memiliki anak bernama Nona. Suatu hari, Fatma membawa Nona pulang ke Baduy. Polemik keluarga muncul.

Pemain: Widyawati, Laudya C. Bella, Lutesha, Baim Wong, Endhita, dll

3. Keluarga Cemara (Yandy Laurens, Visinema Pictures)


Sinopsis:
Abah sangat ingin bertahan setelah rumah dan pasca hartanya disita oleh debt collector untuk membayar hutang perusahaan kakak iparnya, dengan cara pindah sementara ke rumah di desa terpencil di Jawa Barat. Rumah itu merupakan rumah masa kecilnya, sebuah warisan dari ayahnya. Karena kasusnya kalah di pengadilan, keluarganya terancam selamanya hidup dalam kemiskinan di desa itu. Abah kini harus beradaptasi secara ekonomi bersama keluarga kecilnya, Emak, Euis yang beranjak remaja, akan mengalami menstruasi pertama serta cinta pertama; serta Cemara/Ara yang penuh semangat. Mereka juga harus menghadapi masalah-masalah keluarga yang perlahan mengguncang prinsip mereka bahwa “harta yang paling berharga adalah keluarga.”

Pemain: Ringgo Agus Rahman, Nirina Zubir, Zara JKT48, Widuri Puteri, dll

4. Kucumbu Tubuh Indahku (Garin Nugroho, Fourcolour Films)

Sinopsis:
Kisah perjalanan hidup Juno sejak kecil hingga dewasa. Ia menjadi penari di sebuah desa di Jawa, yang terkenal sebagai desa penari lengger lanang, sebuah tarian perempuan yang dibawakan penari laki-laki. Kehidupan Juno kecil adalah kehidupan peleburan tubuh maskulin dan feminin yang terbentuk alami oleh kehidupan desa dan keluarganya. Perjalanan hidupnya selanjutnya adalah perjalanan penuh trauma kekerasan tubuh. Trauma kekerasan politk yang dialami ayahnya menjadikan Juno hidup sendiri. Kehidupan masa kecil Juno serba sendiri di desa miskin menjadikan dirinya menjadi ibu dan bapak bagi kehidupannya.  Juno melihat banyak kekerasan yang muncul di sekitarnya. Trauma pertama terhadap kekerasan dialami ketika masuk dalam group tari lengger di desanya. Kekerasan menjadikan tubuhnya harus berpindah dari satu desa ke desa lain. Perpindahan yang menjadikan Juno bertemu banyak sosok manusia, dari petinju hingga maestro penari Reog. Perpindahan ini menjadikan tubuhnya mengalami beragam trauma kekerasan, dari trauma sosial hingga trauma kekerasan politik. Sebuah perjalanan tubuh yang membawanya menemukan keindahan tubuhnya.

Pemain: Muhammad Khan, Aditya Evandra, Rianto, Randy Pangalila, Teuku Rifnu Wikana, dll

5. Mantan Manten (Farishad Latjuba, Visinema Pictures)


Sinopsis:
Sebagai manajer investasi terkenal, Yasnina punya segalanya. Kehidupan glamor, kekayaan, dan Surya, tunangan yang sangat mencintainya. Namun ketenangan hidup Yasnina harus berakhir ketika ia dikhianati oleh Iskandar dalam sebuah kasus di perusahaannya. Dalam sekejap harta Yasnina habis tak bersisa. Tak hanya itu, rencana pernikahannya dengan Surya juga di ujung tanduk. Ardy, asisten Yasnina, mengingatkan bahwa ia masih memiliki sebuah villa di Tawangmangu yang tidak disita karena belum ganti nama. Villa itu kini menjadi harapan satu-satunya Yasnina untuk bangkit lagi. Namun untuk mengambil kembali villa tersebut, Yasnina harus menjadi asisten seorang dukun manten bernama Marjanti.

Pemain: Atiqah Hasiholan, Tutie Kirana, Arifin Putra, Tyo Pakusadewo, dll

6. Terlalu Tampan (Sabrina Rochelle Kalangie, Visinema Pictures)

Sinopsis:
Witing Tresno Jalaran Soko Kulino alias Mas Kulin yang terlalu tampan selalu menghindari masuk ke sekolah regular dan memilih menghabiskan hampir 100% hidupnya di dalam rumah. Hal itu yang membuat ayahnya, Pak Archewe, ibunya, Bu Suk, dan kakaknya, Mas Okis, khawatir. Mereka menyusun skenario yang berhasil membuat Mas Kulin setuju untuk menghabiskan tahun terakhir masa SMA-nya di sekolah khusus pria, SMA Horridson. Ketampanan Mas Kulin terekspos ke dunia luar hingga hari-harinya berjalan tidak biasa: guru-guru wanita pingsan dan menjadi incaran siswi-siswi SMA BBM. Termasuk seorang gadis terlalu cantik: Amanda. Namun, di tengah semua itu, Mas Kulin menemukan Kibo dan Rere yang membuatnya percaya bahwa masih ada orang yang dapat melihat dirinya apa adanya.

Pemain: Ari Irham, Calvin Jeremy, Tarra Budiman, Nikita Willy, Rachel Amanda, dll
» » Inilah 6 Film Indonesia Terbaik Semester I 2019 Pilihan Sahabat FFBComm » » » Peluncuran Perdana Kostum Gundala Disambut Meriah oleh Warga Bandung
FFB FFB Author
Title: Inilah 6 Film Indonesia Terbaik Semester I 2019 Pilihan Sahabat FFBComm
Author: FFB
Rating 5 of 5 Des:
Forum Film Bandung Community atau sering disebut dengan FFBComm adalah komunitas yang fokus pada apresiasi dan literasi perfilman. Berbagai ...

Peluncuran Perdana Kostum Gundala Disambut Meriah oleh Warga Bandung

Animo masyarakat terhadap film Gundala terhitung tinggi semenjak projek ini diumumkan ke publik. Begitu pula ketika pihak rumah produksi mengumumkan jajaran pemain Gundala, warganet cukup riuh sekali membicarakannya. Terlebih pengumuman jajaran pemain tersebut dibarengi dengan rilisnya teaser poster film tersebut yang menampilkan sosok Gundala lengkap dengan kostum khasnya.

Setelah wara-wiri di media sosial, masyarakat dan pecinta Gundala boleh bersenang hati karena untuk pertama kalinya kostum Gundala diperlihatkan secara langsung ke masyarakat umum. Dan lebih khusus warga Bandung karena dipilih sebagai tempat pertama pameran kostum Gundala ini. Peluncuran kostum Gundala ini digelar bersamaan dengan kegiatan Pasir Komik Bandung (Pakoban) pada Sabtu (13/7/2019) di atrium Ground Floor Braga City Walk.
kostum gundala
Peluncuran perdana kostum Gundala

Acara peluncuran kostum Gundala ini juga dihadiri oleh aktor utama pemeran Gundala, Abimana Aryasatya. Selain Abimana, turut hadir juga empat pemain lain yakni Cecep Arif Rahman, Hannah Al Rashid, Faris Fadjar, dan aktor cilik Muzakki Ramdhan yang memerankan Gundala kecil. Acara peluncuran kostum Gundala ini disambut meriah oleh pengunjung Braga CityWalk terlebih saat Abimana naik panggung dengan kostum Gundala dan memeragakan beberapa gestur Gundala termasuk bagaimana cara Gundala memanggil petir.

Kostum Gundala yang diperagakan oleh Abimana ini dibuat di Los Angeles, Amerika Serikat. Meski demikian, kostum yang terinspirasi dari sosok Gundala dalam komik ciptaan Harya Surasminata (Hasmi) yang rilis 50 tahun lalu ini tidak kehilangan identitasnya sebagai karya anak bangsa .
meet and greet cast film gundala
Kepadatang pengunjung yang antusias melihat kostum Gundala secara langung di Braga Citywalk

Setelah melakukan parade kostum, Abimana dan seluruh pemain yang hadir melakukan meet & greet bersama pengunjung. Ada satu hal yang menarik dari kegiatan meet & greet tersebut. Menurut Screenplay Films selaku rumah produksi, film Gundala melibatkan sekitar 1.800 pemeran pendukung dalam proses produksinya. Film yang dikerjakan bersama dengan Bumi Langit Studios dan Legacy Pictures ini pun mendaulat aktor Cecep Arif Rahman sebagai penata koreografi.

Menurut Cecep, aktor yang pernah bermain film bersama Keanu Reeves ini, tidak mudah baginya untuk mengatur 1800 orang. Sebagai contoh, saat ia harus menangani adegan demonstrasi buruh yang melibatkan 300 orang. Untuk menyiasati adegan ini, ia menata koreografi duel  hanya fokus pada beberapa orang saja. Sementara selebihnya jumlah pemain pendukung yang banyak tersebut ditujukan untuk memperlihatkan bagaimana banyaknya buruh yang berdemo,  sebagai gambaran sosial budaya yang melatari Gundala. Menariknya adegan demo buruh dalam film ini diambil di lokasi yang benar-benar pabrik, bukan di dalam studio.
meet and greet cast film gundala
Cecep Arif Rahman (kiri) dan Hannah Al-Rashid (kanan) menjelaskan dibalik layar film Gundala

Cerita tentang proses produksi Gundala dari Cecep Arif Rahman kian menarik, tatkala Abimana menceritakan seperti apa sosok Gundala tersebut. Menurut Abimana, Gundala digambarkan sebagai sosok superhero yang manusiawi. Bahkan Sancaka (nama asli Gundala) yang punya keinginan jadi patriot pun harus bergulat dengan masalah dirinya sendiri sebelum menolong orang lain.

Film arahan Joko Anwar ini dijadwalkan akan tayang di seluruh bioskop di Indonesia pada tanggal 29 Agustus 2019.
meet and greet cast film gundala
Suasana kegembiraan pemain Gundala menyapa warga Bandung

Dan sebagai bocoran, Abimana mengajak penonton untuk tidak lekas beranjak dari kursi setelah film berakhir. Akan ada post credit scene yang disuguhkan. Tentunya hal ini akan membuat kita semakin tidak sabar menunggu pemutaran filmnya, kan? 



» » Inilah 6 Film Indonesia Terbaik Semester I 2019 Pilihan Sahabat FFBComm » » » Peluncuran Perdana Kostum Gundala Disambut Meriah oleh Warga Bandung
FFB FFB Author
Title: Peluncuran Perdana Kostum Gundala Disambut Meriah oleh Warga Bandung
Author: FFB
Rating 5 of 5 Des:
Animo masyarakat terhadap film Gundala terhitung tinggi semenjak projek ini diumumkan ke publik. Begitu pula ketika pihak rumah produksi m...
×