» » Dokumentasi : Drama Musikal Sunda Religi Kasidah Cinta Al-Faruq Garapan Teater Senapati Karya Sutradara Rosyid E. Abby » » EMAK INGIN NAIK HAJI & EMAK IJAH PENGEN KE MEKAH ADALAH MISTERI PERJALANAN HATI » WAHAI, PARA PEMABUK..... » » Dawn of the Planet of the Apes, konflik Manusia vs Kera dan Kera vs Kera yang dikupas secara rinci dan cerdas! » » FESTIVAL FILM PENDEK 2014 TINGKAT PELAJAR SE-JAWA BARAT (DIUNDUR SAMPAI 1 OKTOBER 2014)
Forum Film Bandung Forum Film Bandung Author
Title: Dokumentasi : Drama Musikal Sunda Religi Kasidah Cinta Al-Faruq Garapan Teater Senapati Karya Sutradara Rosyid E. Abby
Author: Forum Film Bandung
Rating 5 of 5 Des:

EMAK INGIN NAIK HAJI & EMAK IJAH PENGEN KE MEKAH ADALAH MISTERI PERJALANAN HATI

Oleh Agus Safari FORUM FILM BANDUNG

BEBERAPA hari yang lalu saya nonton ulang film lawas “Emak ingin naik Haji” salah satu koleksi film pilihan yang saya simpan, diputar untuk mengisi waktu di bulan Ramadhan ini. Film ini dirilis pertama kali pada 12 November 2009 diambil dari sebuah Cerpen karya Asma Nadia. Saat ini telah dibuat Sinetronnya dengan judul “Emak Ijah Pengen Ke Mekah” yang ditayangkan setiap hari di SCTV. 
 
Dalam film lawas yang saya tonton tak jauh berbeda alur dan plot cerita dengan Sinetronnya; terharu, lucu dan mentertawakan diri sendiri melalui tokoh-tokohnya, dan yang membedakan adalah pola ceritanya yang diperlebar hingga mencapai ratusan episode sampai saat ini.  Dalam film “Emak Ingin Naik Haji” menceritakan bagaimana Emak mempunyai niat yang kuat untuk berangkat haji dengan menabung sedikit demi sedikit dari hasil usahanya. Namun hasil tabungan itu terpaksa ia relakan untuk biaya operasi cucunya, dengan tulus-ikhlas Emak merelakan hasil tabungannya tersebut untuk biaya operasi, dan ia mengatakan kepada anaknya bahwa ia masih bisa menabung lagi meski harus berbulan bahkan bertahun lamanya. Begitu pun dalam Sinetron “Emak Ijah Pengen Ke Mekah” intinya sama yaitu keinginan yang mendasar untuk berangkat ibadah Haji. Karena kekuatan niat hati Emak itulah Allah Ta'ala memberikan jalan melalui seorang yang berlebih hartanya untuk memberangkatkan Emak naik haji. 
Begitulah kisah dari film lawas yang saya tonton saat itu. Makna yang tersirat adalah sebuah perjalanan hati dari kekuatan dan keteguhan niat  manusia yang tidak berubah.Lalu saya jadi teringatkan oleh sebuah cerita yang diriwayatkan dari Ikrimah bin Abu Jahal; bahwa ada satu pohon besar yang dijadikan oleh orang-orang untuk meminta berkah, kemudian satu orang laki-laki melihat hal itu adalah merupakan menyekutukan Allah, dan ia dengan niat yang kuat akan menebang pohon itu, namun pada saat ia akan menebang pohon itu, ia bertemu dengan iblis yang menjelma menjadi manusia.
Iblis mencoba melarang dengan segala cara apa yang akan dilakukan laki-laki tersebut, dan orang ini pun dengan segala cara mempertahankan niatnya untuk menebang pohon. Akhirnya iblis dan laki-laki tersebut berkelahi, dan iblis berbentuk manusia itu pun berkali-kali dijatuhkan hingga lemas, kemudian iblis mengeluarkan jurus maut lainnya, yaitu akan memberikan uang setiap hari sebanyak 4 dirham, maka laki-laki itupun setuju dan mengurungkan niatnya untuk menebang pohon pembawa berkah. Dan memang 3 hari berturut-turut laki-laki itu mendapatkan uangnya, namun pada hari selanjutnya  tidak menerima lagi seperti yang telah dijanjikan oleh iblis yang menjelma jadi manusia itu. Maka dengan marah ia bawa lagi kampak untuk menebang pohon itu.
Di tengah jalan ia bertemu lagi dengan iblis yang menyamar sebagai laki-laki penjaga pohon itu. Seperti biasa iblis menghalangi maksud laki-laki itu, tapi berakhir dengan perkelahian kembali, namun kali ini laki-laki yang bawa kampak itu yang dibanting-banting oleh iblis berkali-kali hingga kehabisan tenaga dan lemas.
                “Beberapa waktu yang lalu aku kalahkan kamu, tapi sekarang kamu kalahkan aku, hebat betul kamu....”, iblis kemudian menanggapi.
                “Waktu yang kali pertama itu, saat itu kamu keluar rumah dengan maksud menebang pohon dengan niat yang bersih karena iman kepada-Nya. Beberapa anak buahku pun tak mampu mengalahkanmu. Tapi saat ini karena kamu  tidak menerima uang lagi, maka muncul nafsu amarah dan kembali ingin menebang pohon itu lagi. Kamu sangat bodoh..!”. Lalu laki-laki itu pulang dengan rasa sesal yang besar.
Sebuah perjalanan hati  manusia dalam pengembaraannya selalu banyak tawaran-tawaran dan pilihan-pilihan yang menggoda kekuatan niat hati tapi begitulah kalau niat sudah bergeser, semua berbalik 180 derajat namun tidak berlaku bagi kuatnya niat Emak dalam film maupun Sinetron. 

Hmmm, Perjalanan hati selalu penuh misteri, kawan....

Salam dan jabat tangan erat.
» » Dokumentasi : Drama Musikal Sunda Religi Kasidah Cinta Al-Faruq Garapan Teater Senapati Karya Sutradara Rosyid E. Abby » » EMAK INGIN NAIK HAJI & EMAK IJAH PENGEN KE MEKAH ADALAH MISTERI PERJALANAN HATI » WAHAI, PARA PEMABUK..... » » Dawn of the Planet of the Apes, konflik Manusia vs Kera dan Kera vs Kera yang dikupas secara rinci dan cerdas! » » FESTIVAL FILM PENDEK 2014 TINGKAT PELAJAR SE-JAWA BARAT (DIUNDUR SAMPAI 1 OKTOBER 2014)
Forum Film Bandung Forum Film Bandung Author
Title: EMAK INGIN NAIK HAJI & EMAK IJAH PENGEN KE MEKAH ADALAH MISTERI PERJALANAN HATI
Author: Forum Film Bandung
Rating 5 of 5 Des:
Oleh Agus Safari FORUM FILM BANDUNG BEBERAPA hari yang lalu saya nonton ulang film lawas “ Emak ingin naik Haji ” salah satu koleksi f...

WAHAI, PARA PEMABUK.....


Oleh Agus Safari
FORUM FILM BANDUNG

Saat ini saya (kita?) sedang merasakan kebingungan dan campur pening kepala, demi melihat hasil Pilpres. (mungkin rakyat Indonesia juga sama bingungnya dengan saya?). Lembaga survey mengklaim menjadi no 1 semua. Validitas dengan akurasi pengalaman dan profesional, semua mencoba meyakinkan menjadi nomor wahid. Begitu pula stasiun TV swasta menayangkan hasil dari lembaga-lembaga survey tersebut, lalu hasilnya? Tetap Beragam dan beda!  Apakah ini fenomena? Hehehe.. Pret!.
Pilpres kali ke 7 lebih riuh dan ramai oleh tabuh genderang para lembaga survey yang mengkalim menjadi nomor wahid dengan segala opini dan komentar para ahlinya masing-masing, hingga pesta pora demokrasi  pun terbius oleh suasana keriuhan lembaga survey mengalahkan riuhnya pesta akbar 4 tahunan; Piala Dunia.

Sementara rakyat yang mempunyai kemutlakan suara terseret oleh kenaikan harga-harga barang yang kian hari semakin melejit dan mencekik, lalu tak berdaya oleh kenaikan tersebut  karena semua pemerintahan baik di Pusat maupun di Daerah telah mabuk kepayang oleh proses demokrasi dan hasil lembaga survey pesta demokrasi yang beragam serta beda.

Kini pesta sudah usai, cuti sudah selesai namun pekerjaan banyak yang tertinggal karena 'keriuhan'. Sementara harga barang sudah melesat jauh ke depan secara diam-diam memanfaatkan situasi para pemabuk yang kembali dari pengembaraannya. Lantas bagaimana rakyat Indonesia saat ini? Mereka tetap saja menjalani hari-hari seperti biasanya pada realita negeri dongeng ini. Protes pada siapa? Lapor pada siapa? Mengadukan kemana? Rakyat hanya bisa menggerutu dan gerutuannya pun entah pada siapa. 

Para Pemabuk sudah kembali dari ‘pesta’nya, meski masih setengah keleyengan dan belum normal 100% mencoba menata kembali tata kelola yang terabaikan selama ‘pesta’ berlangsung, membaca laporan harian, membaca surat kabar serta menonton TV, maka terpampanglah berita Headline tragedi rakyat Palestina yang dibombardir Israel. Lantas seluruh lapisan dan sebagian para Pemabuk pun ikut andil dalam kepedulian rakyat Palestina tersebut dengan sawer sumbangan dan bantuan kepedulian, sementara rakyat Indonesia masih berkutat dalam belitan harga-harga barang yang terus meningkat nilai statistiknya. 
Beginilah kehidupan rakyat di Negeri Dongeng ini; legowo, toleran dan ‘nrimo (pasrah?).
 
Salam dan jabat erat, kawan..
» » Dokumentasi : Drama Musikal Sunda Religi Kasidah Cinta Al-Faruq Garapan Teater Senapati Karya Sutradara Rosyid E. Abby » » EMAK INGIN NAIK HAJI & EMAK IJAH PENGEN KE MEKAH ADALAH MISTERI PERJALANAN HATI » WAHAI, PARA PEMABUK..... » » Dawn of the Planet of the Apes, konflik Manusia vs Kera dan Kera vs Kera yang dikupas secara rinci dan cerdas! » » FESTIVAL FILM PENDEK 2014 TINGKAT PELAJAR SE-JAWA BARAT (DIUNDUR SAMPAI 1 OKTOBER 2014)
Forum Film Bandung Forum Film Bandung Author
Title: WAHAI, PARA PEMABUK.....
Author: Forum Film Bandung
Rating 5 of 5 Des:
Oleh Agus Safari FORUM FILM BANDUNG Saat ini saya (kita?) sedang merasakan kebingungan dan campur pening kepala, demi melihat...

Dawn of the Planet of the Apes, konflik Manusia vs Kera dan Kera vs Kera yang dikupas secara rinci dan cerdas!





Oleh Ardityo Danoesoebroto, S.Si., M.T.  
(FORUM FILM BANDUNG)

My Rating : 8.4/10
 

 The Movie Poster & Caesar (Andy Serkis)

Film ini mengambil setting delapan tahun setelah kejadian Rise of The Planet of The Apes dan pada saat eksperimen medis terhadap kera di Gensys Corporation, ilmuwan tanpa menyadari telah membuat virus mematikan. Adalah "Simian Flu" dengan cepat menyebar ke seluruh dunia, memusnahkan hampir seluruh umat manusia. Sementara kera hiper-cerdas, melarikan diri ke hutan dan  membuat komunitas mereka sendiri. Bertahun-tahun berlalu dengan tidak ada kontak antara species kera dan manusia memungkinkan Caesar (Andy Serkis), pemimpin kera untuk mengasumsikan kerabat primata mereka, manusia sudah lama punah. Tetapi ketika sekelompok kecil manusia ditemukan di dekat desa kera, Caesar mengirimkan Koba  (Toby Kebbell) untuk mengikuti mereka kembali ke pemukiman mereka maka oleh itu Caesar mengetahui dimana species manusia itu tinggal.

Koba (Toby Kebbel)

Dalam sebuah unjuk kekuatan kera, Caesar  menghadap manusia di kubu/pemukiman mereka di San Francisco dan memperingatkan mereka agar tidak pernah melakukan perambahan di wilayah kera lagi. Tetapi Malcolm (Jason Clarke), bersama dengan pacarnya/dokter Ellie (Keri Russell) dan putranya Alexander (Kodi Smit-McPhee),  menyadari bahwa  manusia sangat membutuhkan akan sumber daya baru dan kembali ke hutan untuk memohon Caesar mengizinkan mereka untuk memperbaiki bendungan yang rusak yang berada dekat dengan rumah kera. Sebuah aliansi yang baik terbentuk antara manusia dan kera tetapi mulai tergoyah ketika Koba yang tetap pada pendiriannya dan tidak percaya akan manusia dan mengancam untuk menciptakan bencana perang antara manusia dan kera.

Malcolm (Jason Clarke)

Dawn of the Planet of the Apes merupakan salah satu film yang terbaik dalam hal berfokus pada wabah dan keniscayaan tragis perang yang tak terelakkan. Film ini mengupas secara cerdas dan rinci bagaimana sebuah konflik terjadi dan menjabarkan dengan cara meyayat perasaan kita bagaimana pada kedua sisi kera dan manusia tidak bisa adanya jaminan perdamaian. Segala sesuatu tentang film inipun fenomenal, dari atas ke bawah. Film ini berhasil menciptakan dunia fiksi ilmiah yang mulus dan masuk akal di setiap kesempatannya. Dan lucunya saya benar-benar percaya bahwa film berdurasi dua jam film ini benar-benar ada kera-kera yang dapat berbicara :).

 Ellie (Keri Russell)-kiri, Alexander (Kodi Smit-McPhee)-kanan

Untuk ornamen film  adalah benar-benar spektakuler dan animasi yang luar biasa, terutama gerak kera yang dilakukan di luar setting studio konvensional. Penata musik yang menggigit oleh Michael Giacchino adalah fantastis terutama pada adegan-adegan laganya, seperti ketika adegan kera-kera menyerbu pemukiman manusia atau kera-kera yang tembus keluar dari badai api. Para pemain kera sangat meyakinkan seperti : Andy Serkis (Caesar) , Toby Kebbell (Koba) dan Nick Thurston (Blue Eyes), walaupun terselubung oleh CGI namun demikian memberikan pertunjukan yang penuh dengan semangat dan jiwa. Jason Clarke memainkan orang yang "masuk akal" dan "manusia yang baik dan penuh hati" dengan sangat baik, dan Keri Russell berperan baik sebagai Ellie sang wanita dokter medis yang terlatih.

Blue Eyes (Nick Thurston)

Selain film dikemas dengan sutradara besar dan pemain besar, film ini juga berhasil untuk terus bercerita lurus tidak kesana-kemari diceritakan dengan tepat dan persis tanpa mengganggu kesenangan anda. Sutradara Matt Reeves memberikan franchise ini nada baru. Blockbuster saat ini cenderung menjadi ultra/sangat serius dan gelap, dan Reeves adalah salah satu sutradara langka yang bisa membawa atmosfer yang berbeda, beberapa adegan laganya pun di-shoot secara menakjubkan dan berhasil menampilkan horor dan kekerasan pertempuran antara manusia dan kera atau antara kera dan kera.

Sementara film ini sedang berputar di bioskop dan mendapat feedback yang fantastis, pembicaraan untuk sequel selanjutnya sedang dipersiapkan tetapi judul film sequel ini masih belum ditentukan dan rencana release pada tahun 2016.
» » Dokumentasi : Drama Musikal Sunda Religi Kasidah Cinta Al-Faruq Garapan Teater Senapati Karya Sutradara Rosyid E. Abby » » EMAK INGIN NAIK HAJI & EMAK IJAH PENGEN KE MEKAH ADALAH MISTERI PERJALANAN HATI » WAHAI, PARA PEMABUK..... » » Dawn of the Planet of the Apes, konflik Manusia vs Kera dan Kera vs Kera yang dikupas secara rinci dan cerdas! » » FESTIVAL FILM PENDEK 2014 TINGKAT PELAJAR SE-JAWA BARAT (DIUNDUR SAMPAI 1 OKTOBER 2014)
Forum Film Bandung Forum Film Bandung Author
Title: Dawn of the Planet of the Apes, konflik Manusia vs Kera dan Kera vs Kera yang dikupas secara rinci dan cerdas!
Author: Forum Film Bandung
Rating 5 of 5 Des:
Oleh Ardityo Danoesoebroto , S.Si., M.T.   (FORUM FILM BANDUNG) My Rating : 8.4/10    The Movie Poster & Caesar ( Andy...

FESTIVAL FILM PENDEK 2014 TINGKAT PELAJAR SE-JAWA BARAT (DIUNDUR SAMPAI 1 OKTOBER 2014)


UPDATE :
Penerimaan Karya Film Pendek Diundur Sampai 1 Oktober 2014
Memenuhi usulan dari beberapa daerah Kabupaten/Kota dan Komunitas Film yang merasakan batas waktu pengiriman karya film Pendek terlalu singkat, karena libur sekolah serta hari Hari Raya Idul Fitri, maka batas penerimaan materi karya Film Pendek diperpanjang sampai 1 Oktober 2014 (Cap Pos). Terima Kasih


 
Tema: Mengangkat potensi budaya lokal

Festival Film Pendek Tingkat  Pelajar  ini merupakan  kegiatan yang dicanangkan sejak 2 tahun  yang  lalu  dan  telah  dilaksanakan  di Kabupaten  Cianjur  selama  2 tahun tersebut. lni kali Festival Film Pendek Tingkat Pelajar adalah yang ke-3 dengan tema mengenalkan  kembali  khasanah kekayaan lokal  yang telah  tergeser  oleh  budaya modern. Pada tahun ini, penyelenggaraan  Festival Film Pendek Tingkat Pelajar  akan mengusung sebuah tema,yaitu Mengangkat  potensi budaya lokal. Cakupan tema tersebut  adalah  mengangkat  potensi  budaya  lokal  yang tumbuh  dan kembang  di daerah masing-masing.

Tema  tentang  Budaya  Lokal ini  bisa  menjadi  sebuah  kekuatan  serta  daya  tarik tersendiri  bagi keragaman  budaya  yang  ada  di  Jawa Barat, sehingga tema  yang diangkat menjadi  sebuah Film Pendek pun beragam, karena setiap Daerah di Jawa Barat akan berbeda  tata  cara/adat  istiadat, perilaku  sosial yang   tumbuh  di daerah masing-masing, belum lagi potensi wisata, dongeng rakyat, hikayat dan legenda yang tumbuh dan  kembang  menjadi tata  cara perilaku  kehidupan  sosial yang tumbuh mempengaruhi adat  istiadat/pola/perilaku yang tumbuh dan kembang sampai saat ini.

Festival Film Pendek Tingkat  Pelajar  dengan tema tersebut di atas adalah merupakan tantangan   bagi  para  pembuat   Film  Pendek  para  Pelajar  untuk   mengungkapkan sekreatif mungkin dalam mengekspresikan dengan semangat kekinian atau masa kini, tetapi   bukan  membuat   budaya  lokal  yang  tumbuh   dan  kembang  menjadi  gaya metropolitan.



Unduh Poster :

Informasi dan Pendaftaran :

 
» » Dokumentasi : Drama Musikal Sunda Religi Kasidah Cinta Al-Faruq Garapan Teater Senapati Karya Sutradara Rosyid E. Abby » » EMAK INGIN NAIK HAJI & EMAK IJAH PENGEN KE MEKAH ADALAH MISTERI PERJALANAN HATI » WAHAI, PARA PEMABUK..... » » Dawn of the Planet of the Apes, konflik Manusia vs Kera dan Kera vs Kera yang dikupas secara rinci dan cerdas! » » FESTIVAL FILM PENDEK 2014 TINGKAT PELAJAR SE-JAWA BARAT (DIUNDUR SAMPAI 1 OKTOBER 2014)
Forum Film Bandung Forum Film Bandung Author
Title: FESTIVAL FILM PENDEK 2014 TINGKAT PELAJAR SE-JAWA BARAT (DIUNDUR SAMPAI 1 OKTOBER 2014)
Author: Forum Film Bandung
Rating 5 of 5 Des:
UPDATE : Penerimaan Karya Film Pendek Diundur Sampai 1 Oktober 2014 Memenuhi usulan dari beberapa daerah Kabupaten/Kota dan Komunitas ...
×