Kamis, April 26, 2018

Menikmati "Avenger Infinity War" di Studio 4DX CGV Pariz van Java Bandung

11:20 AM
Official Poster Avengers Infinity War

     Setelah 10 tahun setia menonton 18 film pahlawan super dari Marvel Cinematic Universe (MCU), akhirnya mereka semua bertemu dalam sebuah film yang tayang di Indonesia mulai 25 April 2018 kemarin, AVENGERS INFINITY WAR

     Dari judulnya saja, sudah bisa diperkirakan bahwa film ini akan menyuguhkan pertarungan yang tidak ada habis-habisnya dan perang yang akan sangat epic; mengingat hampir seluruh pahlawan super Marvel berkumpul menjadi satu untuk melawan Thanos, penjahat besar yang ingin mengumpulkan infinity stones untuk mengubah seluruh galaksi.

     Tentunya saya tidak ingin kehilangan momen yang sudah ditunggu-tunggu sejak lama ini. Saya ingin sekali ikut merasakan perjuangan para pahlawan super Marvel. Gayung bersambut, saya bersama-sama komunitas Forum Film Bandung Community (FFBComm) berkesempatan menonton Avengers Infinity War di 4DX CGV Paris Van Java Bandung pada hari pertama tayang. Sungguh kesempatan yang akan sayang jika dilewatkan.

Sudah pernah mencoba nonton film di studio 4DX-nya CGV sebelumnya? 

     4DX CGV menawarkan penonton untuk merasakan pengalaman yang berbeda saat menonton di bioskop. Mengangkat konsep Absolute Cinema Experience, keseruan menonton dengan pengalaman yang berbeda ini tercipta dengan adanya 5 efek utama fitur 4DX yang cukup canggih, yaitu gerakan, angin, air, cahaya dan aroma. Bagaimana keseruan saya dan teman-teman menonton Avengers Infinity War di studio 4DX CGV Paris Van Java Bandung? Simak terus tulisan ini!



     Sebelum memasuki studio 4DX, terlebih dahulu petugas akan membagikan kacamata 3D untuk digunakan di dalam studio. Awalnya saya merasa khawatir apakah kacamata 3D-nya akan nyaman dipakai atau tidak karena saya sudah memakai kacamata minus. Tapi ternyata kacamata 3D dari 4DX CGV ini cukup nyaman dipakai dan pas di kepala ketika dilapis dengan kacamata minus. Meski sedikit repot ketika saya terlalu excited menonton sampai menggerak-gerakkan kepala karena harus membetulkan dua posisi kacamata sekaligus, haha.

     Ketika memasuki studio, lampu sudah dipadamkan karena film akan segera dimulai. Tips terpenting menonton di bioskop (baik itu untuk studio regular maupun 4DX) adalah datanglah 15 menit sebelum waktu yang tertera di tiket bioskop karena jika lampu sudah dipadamkan, tentu akan menyulitkan ketika mencari kursi tujuan. Apalagi kursi 4DX tidak seperti kursi regular biasa. Kursi 4DX didesain lebih tinggi untuk menunjang gerakan-gerakan yang akan dihasilkan ketika film diputar. 

     Avengers Infinity War pun dimulai. Saya sudah mulai memasuki ruang dan waktunya sendiri. Gerakan-gerakan kursi yang cukup signifikan awalnya membuat saya kaget, namun dengan cepat saya bisa menyesuaikan diri, bahkan gerakan-gerakan ini membuat suasana semakin tegang. Ketika Thanos mulai mengamuk dan membuat pahlawan super kita berjatuhan kesana-kemari, saya pun merasakan gerakan mereka. Ketika tinju-tinju bersarang ditubuh Iron Man dkk, punggung saya pun seperti ditinju. Ternyata kursi 4DX ini selain menimbulkan efek gerakan, juga mempunyai efek tinju-tinju kecil dibagian punggung. Sehingga apapun yang terjadi pada punggung superhero, saya pun seperti ikut merasakannya.

     Selain gerakan-gerakan menukik tajam, getaran saat terbang dan tinju-tinju kecil di punggung, fitur 4DX lain yang tak kalah seru adalah angin. Saya seperti ikut berlarian dan melakukan aksi bersama Spiderman dalam mengejar monster alien hingga ke luar angkasa. Getaran dan gerakan kursi serta hembusan-hembusan angin membuat pengalaman tersebut seperti nyata. Pada saat-saat tertentu saya seperti dapat mencium aroma logam terbakar dan kemudian berganti ke tempat yang penuh dengan api. Studio 4DX tidak main-main, bahkan aroma terbakar pun bisa tercium.

     Film Avengers Infinity War ini tidak memiliki banyak scene yang berhubungan dengan air (seingat saya, cuman ada satu scene dan itu pun sangat sebentar) sehingga saya tidak merasakan cipratan-cipratan air yang menjadi salah satu fitur 4DX. Barangkali jika ingin merasakan sensasi cipratan air, saya harus menonton film The Shape of Water atau The Shallows sekalian ya biar basah kuyup, hehe.
Desain Kursi 4DX (Sumber: CGV)


     Total durasi Avengers Infinity War ini sekitar 2,5 jam dan saya tidak merasa bosan sama sekali. Selain karena jalan ceritanya yang seru dan menegangkan, juga karena fitur-fitur dari 4DX ini yang menambah keseruan di dalam bioskop. Memang tidak rugi menonton di 4DX, apalagi film-film action seperti Avengers. Menurut Yuli, selaku Marketing dari CGV PVJ, hari pertama tayang sudah terjual hingga 7000 tiket Avengers Infinity War, 1000 diantaranya adalah tiket untuk CGV 4DX. Tingginya animo masyarakat Bandung membuat CGV PVJ hari ini menayangkan Avengers Infinity War di semua studionya.

Jadi tunggu apalagi, ayo menonton Avengers Infinity War di 4DX CGV Paris van Java atau yang terdekat di kotamu ya!

Akhirnya mencoba 4DX CGV di Paris Pan Java. (dokumen pribadi)


Oleh: Nadia Far (Admin Komunitas FFBComm)

Selasa, April 03, 2018

The Perfect Husband Siap Tayang Mulai 12 April 2018

8:41 PM




     Berbeda dengan film-film produksi Screenplay Films sebelumnya, film terbaru yang bekerjasama dengan Legacy Pictures, The Perfect Husband mengangkat tema perjodohan, hal yang sebenarnya tidak lagi relevan dengan zaman sekarang. Namun dengan pengemasan cerita yang unik dan dibumbui drama komedi, membuat film The Perfect Husband layak ditonton oleh semua kalangan masyarakat termasuk keluarga -- bukan hanya kalangan anak muda semata.

    Cerita The Perfect Husband bermula dari keputusan besar Ayah Tio (diperankan oleh Slamet Rahardjo) mengenai penjodohan putri bungsunya Ayla (Amanda Rawles) dengan pria pilihannya yang bernama Arsen (Dimas Anggara). Bukan tanpa alasan perjodohan ini dilakukan, sebab menurut Ayah Tio, Arsen adalah pemuda berprestasi, mapan dan santun. Ayah Tio yakin Arsen adalah suami sempurna bagi Ayla.

     Namun keputusan sang ayah ditolak mentah-mentah oleh Ayla. Ayla merasa perjodohannya dengan Arsen adalah hal yang konyol, terlebih Ayla cinta mati dengan kekasihnya saat ini Ando (Maxime Bouttier). Di sisi lain, Ayah Tio menilai Ando adalah pemuda pemalas, urakan dan tidak memiliki masa depan yang cerah. Mendengar Ayla dijodohkan, Ando pun berusaha merebut hati ayah Tio. Dari situlah konflik komedi cinta segitiga dan konflik ayah anak dimulai. Premis cerita tentang perjodohan menjadi twist utama di film ini.

     Ditemui dalam acara meet and greet, Minggu 1 April 2018 di Miko Mall Bandung, Maxime Bouttier menilai konflik yang disajikan dalam film The Perfect Husband merefleksikan permasalahan yang umum terjadi sehingga film ini cocok ditonton oleh semua kalangan.

"Ini film masuk ke semua generasi, masalah jodoh lalu konflik dan sebagainya. Bagaimana cara setiap orang mengatasi masalahnya, jika memang seorang gadis yakin dengan pilihan hatinya, maka ia akan berusaha meyakinkan ayahnya. Yang pasti seorang ayah ingin melihat putrinya bahagia," ucap Maxime yang berperan sebagai bad boy di film ini.

Maxime Bouttier menandatangani kaos film The Perfect Husband sesaat setelah interview bersama media lokal Bandung



     Selain Dimas, Amanda, Maxime dan Slamet Rahardjo, film The Perfect Husband juga dibintangi oleh Tanta Ginting, Maya Wulan, Dolly Martin, dan penampilan khusus dari Bunga Zainal.

     Apakah Ayla akan menuruti perintah sang ayah dan menerima Arsen sebagai suaminya? atau ia akan tetap cinta mati kepada Ando? Alasan utama perjodohan ini dilakukan juga akan terkuak saat para penonton menyaksikan film The Perfect Husband pada 12 April 2018 mendatang.