[NGENEST]: Kadang Hidup Perlu Ditertawakan

Oleh
Raja BlackWhite [
@rajalubis_]
(Anggota Pengamat Forum Film Bandung & Pecinta Film Indonesia)








Suasana XXI Empire BIP, Jalan Merdeka Bandung, kemarin siang begitu ramai. Selidik punya selidik, hari itu ada spesial show film NGENEST yang seyogyanya akan serentak tayang di bioskop tanah air mulai tanggal 30 Desember 2015. Hadir pula dalam acara tersebut pemeran utama Ernest Prakasa dan Lala Karmela ditemani dengan beberapa pemain lainnya.
 
IMG_20151228_124854
Suasana Nobar NGENEST di XXI BIP, 27 Des  2015 (1)

Film NGENEST sendiri bercerita tentang Ernest (Kevin Anggara/Ernest Prakasa) yang terus mengalami diskriminasi (bahasa keren sekarang dibully) hanya karena ia CINA. Bersama sahabat sejatinya, Patrick (Brandon Salim/Morgan Oey), Ernest menjalani hari-hari bullying dengan lebih ‘seru’, meski masih merasa capek, setidaknya Ernest merasa ia tidak sendirian. Hari demi hari hari dilewati Ernest, hingga takdir membawa pada kesimpulan bahwa Ernest harus nikah dengan wanita pribumi. Singkat cerita, Ernest berhasil menikahi wanita pribumi bernama Meira (Lala Karmela). Selesaikah? Ternyata tidak!!! Pergulatan batin Ernest semakin menjadi. Disini konflik semakin menajam. Ernest khawatir jika anaknya akan terlahir persis seperti dirinya, dan akan mengalami pembullyan seperti dirinya di masa kecil. Hal ini membuat Ernest menunda-nunda untuk memiliki anak dan membuat Meira sedih. Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Tonton di bioskop tanggal 30 desember 2015 ya.

Film yang disutradarai, ditulis sekaligus dimainkan oleh Ernest Prakasa ini cukup berhasil memancing ketawa penonton. Joke placement dalam NGENEST banyak yang tepat, terutama jokes yang menggunakan bahasa Sunda, aslinya semua pecah eung. “Kepret siah ku aing. Selain itu, Ernest juga cukup berhasil mengolah perannya menjadi suguhan yang nikmat. Hm…mungkin karena ia berperan sebagai dirinya sendiri kali ya, jadinya sangat cair dan mengalir. Upz, pesan buat Ernest jauhkan Body Lotion dari jangkauan anda karena bisa menimbulkan gempa bumi. Hahhahah. Gokil scene ini bro.!!!

Sebagai pendatang baru di dunia akting, performa Lala Karmela tampil dengan sangat baik mengimbangi kegilaan Ernest. Lala berhasil mempresentasikan sosok Meira dengan ciamik. Ternyata Lala tak semellow lagu-lagunya. Xixixix. Scene mereka yang paling saya suka adalah ketika Meira dan Ernest memilih baju untuk digunakan bepergian. Sumpah dech Meira gokil. Pendapat cewek selalu benar itu memang nyata adanya. Hahhaha, saya sendiri sering ngalamin kayak gitu, udah dibantu milihin baju, eh malah disalahin cowok yang bikin lama. Terus cewek emang sukanya bohong, bilang nggak ada baju, tapi di lemari seabreg. Wkwkwkwk. Pokoknya salut scene ini dech Ernest dan Lala, KOMPAK!!

IMG20151227114814
Ernest Prakasa dan Lala Karmela pemeran utama Film Ngenest difoto sesaat sebelum interview dengan media (2)

Tidak hanya Ernest dan Lala, seluruh jajaran cast sangat keren. Tampil saling mendukung menambah suasana NGENEST menjadi segar dan menghibur. Terutama pemilihan 4 kawan Ernest yang sejak SD sering ngebully dirinya, pergantian pemainnya sangat representatif. Jadi Ngenest ini menggunakan 3 pemain dengan setting 3 zaman untuk beberapa tokohnya. Salut buat casting directornya.
Dengan jumlah penonton yang hampir memenuhi Studio 2 BIP tersebut, special show NGENEST terbilang sukses. Sebagian besar penonton memang didominasi anak-anak usia ABG yach sekitar 13-20 tahun yang memanfaatkan waktu liburannya untuk pergi ke bioskop.

IMG20151228094157
Tiket Film Ngenest dan Merchandise (3)

Melihat antusiasme penonton di special show, saya optimis film produksi Starvision ini akan menutup penghujung tahun 2015 dengan meriah. Yach, isi liburan anda dan keluarga dengan tertawa ya, hidup jangan dibawa berat, sekali-kali hidup memang perlu ditertawakan. Jangan lupa, tertawa di bioskop seluruh Indonesia mulai 30 Desember 2015. #BanggaFilmIndonesia



Foto No. (1) diambil dari akun twitter Ernest Prakasa, sementara foto no (2) dan (3) adalah dokumentasi pribadi
» » [NGENEST]: Kadang Hidup Perlu Ditertawakan » Komentar & Pendapat Tentang Festival Film Bandung / Forum Film Bandung (FFB) » Menjelang pemutaran ulang Film 3 di CGV Blitz Bandung, 28 Oktober 2015. » » » » Daftar Lengkap Pemenang Festival Film Bandung Ke-28 Tahun 2015
Forum Film Bandung Forum Film Bandung Author
Title: [NGENEST]: Kadang Hidup Perlu Ditertawakan
Author: Forum Film Bandung
Rating 5 of 5 Des:
Oleh Raja BlackWhite [ @ rajalubis_ ] (Anggota Pengamat Forum Film Bandung & Pecinta Film Indonesia) Suasana XXI Emp...
» » [NGENEST]: Kadang Hidup Perlu Ditertawakan » Komentar & Pendapat Tentang Festival Film Bandung / Forum Film Bandung (FFB) » Menjelang pemutaran ulang Film 3 di CGV Blitz Bandung, 28 Oktober 2015. » » » » Daftar Lengkap Pemenang Festival Film Bandung Ke-28 Tahun 2015
Forum Film Bandung Forum Film Bandung Author
Title: Komentar & Pendapat Tentang Festival Film Bandung / Forum Film Bandung (FFB)
Author: Forum Film Bandung
Rating 5 of 5 Des:
Silahkan Secara Sukarela Mengisi Kolom Komentar (dibawah) Untuk Pendapatnya dan Komentarnya Untuk Festival Film Bandung atau Forum Fil...

Menjelang pemutaran ulang Film 3 di CGV Blitz Bandung, 28 Oktober 2015.





 
  Oleh: Agus Safari 
Forum Film Bandung

FILM ALIF LAM MIM yang menjadi bahan perdebatan dengan judul yang menyiratkan atau memakai  idiom dari kitab Al Quran dengan segala pertimbangan yang ‘terpaksa’, maka lahirlah film tersebut dengan judul besar memakai angka 3. Sebuah judul yang menurut bahasa visual dan kaca mata promosi agak melawan arus dan merugikan serta tidak begitu menarik untuk dilihat lebih lanjut dari sisi materi promo .

Ternyata begitu menonton Film 3 tersebut, ternyata memang secara keseluruhan tema film tersebut  melawan arus dari ‘keriuhan’ tema film tahun 2015 ini. Namun meski melawan arus film ini begitu banyak hal-hal yang menarik dan keberhasilan dari segala unsur dalam penggarapannya. Plot yang digunakan menarik dan tidak membosankan; tarik-ulur antara masa kini-masa lalu mengalir dengan tertata apik dalam balutan disiplin artistik yang cukup meyakinkan.

Penggunaan Plot yang menafsirkan dari kata Alif Lam Mim sangat kentara sekali bahwa Sutradara (Anggy Umbara) ingin memberikan makna yang multi tafsir bagi para peminat film action. ALIF berdiri sendiri dan mempunyai makna dalam perjalanan waktunya, hingga Alif diberikan ‘ruang’ dalam melakoni kisahnya. ALIF ini ibarat sebuah lakon atau Babak dalam mengisi ‘Ruang’ tersebut. Begitu pula dengan LAM dan MIM diberikan ruang (Babak) dalam mengisi ruang itu, dan   ketika ALIF, LAM dan MIM disatukan menjadi ALIF LAM MIM maka ruang itu menjadi ‘riuh’ dengan penuh makna. Maka  penggabungan dari Alif Lam Mim itu, adalah merupakan Epilog dari film 3 ini serta merupakan ending dari Soliloque sang Sutradara: Anggy Umbara.

Drama action ini meneropong kehidupan sosial yang sudah berubah dalam tatanan di pemerintahan  serta kehidupan dalam beragama. Hal ini menjadi film dystopian pertama yang mengisi ‘ruang’ Indonesia ( Jakarta) 20 tahun ke depan. Dengan sangat apik baik sutradara, para actor/aktris dan unsur pendukung nampak sangat kentara saling bahu membahu untuk membuat film ini menjadi sebuah tontonan yang menjadikan satu tarikan nafas. Hingga tak terasa begitu selesai kita menonton, maka saat itulah kita akan menghela nafas panjang dengan makna dan tafsir yang berbeda bagi semua penonton, dan yang membuat kesamaan setelah nonton Film 3 ini adalah; Terpuaskan dahaga setelah banyak nonton film lebay di periode tahun 2015 ini.

Maka alangkah rugi bagi penonton yang belum menyaksikan FILM 3 ini karena keburu turun di bioskop dengan sangat pendek sekali durasi tayangnya, karena gempuran film import. Hmm… sayang sekali film yang layak untuk di apresiasi tapi keburu turun.  

Hari ini (28 Oktober 2015) ada kabar gembira FILM 3 akan ditayangkan di CGV Blitz Bandung pada pukul 20.55 wib, hanya satu hari. Bila anda seorang mania film Indonesia, inilah kesempatan terakhir untuk nonton film yang begitu apik serta menarik untuk dikaji dan tentu saja tidak lebay.

Selamat berapresiasi.

» » [NGENEST]: Kadang Hidup Perlu Ditertawakan » Komentar & Pendapat Tentang Festival Film Bandung / Forum Film Bandung (FFB) » Menjelang pemutaran ulang Film 3 di CGV Blitz Bandung, 28 Oktober 2015. » » » » Daftar Lengkap Pemenang Festival Film Bandung Ke-28 Tahun 2015
Forum Film Bandung Forum Film Bandung Author
Title: Menjelang pemutaran ulang Film 3 di CGV Blitz Bandung, 28 Oktober 2015.
Author: Forum Film Bandung
Rating 5 of 5 Des:
    Oleh: Agus Safari  Forum Film Bandung FILM ALIF LAM MIM yang menjadi bahan perdebatan dengan judul yang menyiratkan a...

Daftar Lengkap Pemenang Festival Film Bandung Ke-28 Tahun 2015





(I) Pemenang Serial Televisi
dan
Naraserial Televisi

Pemeran Wanita Serial Televisi Terpuji Festival Film Bandung 2015 adalah:
SHIREEN SUNGKAR
dalam Serial Televisi Di Bawah Lindungan Abah
Produksi:
Transinema Pictures & Tobali Putra Production




Pemeran Pria Serial Televisi Terpuji Festival Film Bandung 2015 adalah:
MAT DRAJAT
dalam Serial Televisi Preman Pensiun
Produksi: MNC Pictures

Serial Televisi Terpuji Festival Film Bandung 2015 adalah:
PREMAN PENSIUN
Produksi: MNC Pictures





(II) Pemenang Film Televisi
dan
Narafilm Televisi Terpuji

Penulis Skenario Film Televisi Terpuji Festival Film Bandung 2015 adalah:
NADJIB KERTAPATI Z.
dalam Film Televisi Ibu Een Guru Qolbu
Produksi: Citra Sinema & Surya Citra Televisi

Sutradara Film Televisi Terpuji Festival Film Bandung 2015 adalah:
DENNY PUSUNG
dalam Film Televisi Jam Tangan untuk Ibu
Produksi: Transinema Pictures & JAVAS Pictures
 
Pemeran Wanita Film Televisi Terpuji Festival Film Bandung 2015 adalah:
WIDY DWINANDA
dalam Film Televisi Ibu Een Guru Qolbu
Produksi: Citra Sinema & Surya Citra Televisi



Pemeran Pria Film Televisi Terpuji Festival Film Bandung 2015 adalah:
AGUS KUNCORO
dalam Film Televisi Ibu, Ibu dan Ibu
Produksi: Citra Sinema & Surya Citra Televisi

Film Televisi Terpuji Festival Film Bandung 2015 adalah:
IBU EEN GURU QOLBU
Produksi: Citra Sinema & Surya Citra Televisi





(III) Pemenang Film
dan
Narafilm Terpuji

Pemeran Pembantu Wanita Film Terpuji Festival Film Bandung 2015 :
ada 2 orang :
PRISIA NASUTION dan RALINE SHAH

PRISIA NASUTION 
dalam Film Comic 8: Casino Kings Part I
Produksi: Falcon Pictures

RALINE SHAH
dalam film Surga yang Tak Dirindukan
Produksi: MD Pictures
 Pemeran Pembantu Pria Film Terpuji Festival Film Bandung 2015 :
RAY SAHETAPI 
dalam Film 2014: Siapa di Atas Presiden
Produksi: Mahaka Pictures



Pemeran Utama Wanita Film Terpuji Festival Film Bandung 2015 : 
LAUDYA CYNTHIA BELLA  dalam Film Surga yang Tak Dirindukan
Produksi: MD Pictures  
Pemeran Utama Pria Film Terpuji Festival Film Bandung 2015:
ada 2 orang :
DEDDY SUTOMO
dan VINO G. BASTIAN.

DEDDY SUTOMO  dalam Film Mencari Hilal
Produksi: MVP Pictures, Mizan Productions, Studio Denny JA, Dapur Film, dan Argi Film


VINO G. BASTIAN dalam Film Toba Dreams
Produksi : Semesta Productions  & TB Silalahi Center
Penata Musik Film Terpuji Festival Film Bandung 2015 :
ada 2 orang:
ANDHIKA TRIYADI dan ERWIN GUTAWA

ANDHIKA TRIYADI  dalam Film Air dan Api
Produksi : Starvision

ERWIN GUTAWA dalam film Pendekar Tongkat Emas
Produksi : Miles Films dan KG Studio



 Penata Artistik Film Terpuji Festival Film Bandung 2015 adalah:
 ALLAN SEBASTIAN  dalam Film Guru Bangsa Tjokroaminoto
 Produksi: Pic[k]lock Films, MSH Films & Yayasan Keluarga Besar HOS Tjokroaminoto



Penata Kamera Film Terpuji Festival Film Bandung 2015 adalah:
 IPUNG RACHMAT SYAIFUL  dalam Film Guru Bangsa Tjokroaminoto
 Produksi: Pic[k]lock Films, MSH Films & Yayasan Keluarga Besar HOS Tjokroaminoto 




Penata Editing Film Terpuji Festival Film Bandung 2015 adalah:

 SASTHA SUNU dan KELVIN NUGROHO  dalam Film Supernova

 Produksi: Soraya Intercine Films

Penulis Skenario Film Terpuji Festival Film Bandung 2015 adalah:
  JENNY JUSUF dalam Film FILOSOFI KOPI The MOVIE
  
Produksi: Visinema dan Torabika 


Sutradara Film Terpuji Festival Film Bandung 2015 adalah:

BENNI SETIAWAN
dalam Film TOBA DREAMS,
Produksi: Semesta Productions dan TB Silalahi Center.



Film Terpuji Festival Film Bandung 2015 adalah:
GURU BANGSA TJOKROAMINOTO.

Produksi:
Pic[k]lock  Films, MSH Films & Yayasan Keluarga Besar HOS Tjokroaminoto
 


 (IV) Pemenang
LIFE TIME ACHIEVEMENT
Widyawati




Didi Petet


(V) Pemenang Film Impor 
» » [NGENEST]: Kadang Hidup Perlu Ditertawakan » Komentar & Pendapat Tentang Festival Film Bandung / Forum Film Bandung (FFB) » Menjelang pemutaran ulang Film 3 di CGV Blitz Bandung, 28 Oktober 2015. » » » » Daftar Lengkap Pemenang Festival Film Bandung Ke-28 Tahun 2015
Forum Film Bandung Forum Film Bandung Author
Title: Daftar Lengkap Pemenang Festival Film Bandung Ke-28 Tahun 2015
Author: Forum Film Bandung
Rating 5 of 5 Des:
(I) Pemenang Serial Televisi dan Naraserial Televisi Pemeran Wanita Serial Televisi Terpuji Festival Film Bandung 2015 ada...
×