Si Doel The Movie: Dilema Konsekuensi Status Pernikahan


     Saya bukanlah fans setia sinetron Si Doel Anak Sekolahan yang sempat jadi sinetron hits pada tahun pertengahan tahun 90an sampai tahun 2006. Hanya sedikit detil karakter dan konflik di antara mereka yang terekam, kecuali karakter Mak Nyak, Karyo dan Mandra yang paling banyak diingat. Tapi walau begitu, tidak membuat kehilangan minat untuk nonton versi layar lebarnya.

     Konflik Si Doel the Movie dibuka ketika Doel - ditemani Mandra - diundang Hans sahabatnya waktu kuliah dulu untuk datang Belanda. Sebelum berangkat, Mak Nyak (Aminah Tjendrakasih) sempat mewanti-wanti agar Doel tidak tergoda untuk mencari keberadaan Sarah (Cornelia Agatha) di Belanda.

     Sebelum filmnya resmi rilis di bioskop, sudah banyak status-status di media sosial yang membahas soal ini. Jadi bisa dibilang ada dua kubu yang mengklaim sebagai kubunya Zaenab (Maudy Koesnaedi) dan satu lagi kubunya Sarah. Saya sendiri memosisikan diri sebagai kubu netral karena secara emosional tidak punya keterikatan yang kuat dibanding penonton setia sinetronnya. 
  
     Konflik cinta segitiga yang sudah ada sejak versi sinetronnya memang jadi greget tersendiri. Status pernikahan Doel dan Sarah jadi tidak jelas setelah Sarah pergi, sementara Doel tidak berusaha mencari keberadaannya. Sementara Zaenab seakan-akan berada dalam posisi 'perebut suami orang' bagi 'Pendukung Sarah'.

     Alur film sepanjang 85 menit - yang penulisan naskah dan disutradarai oleh Rano Karno sendiri - sebenarnya berjalan normal, artinya tidak terlalu cepat ataupun datar. Hanya saja ekspresi datar dari Doel yang ngomong seperlunya membuat film produksi Falcon Pictures yang berkolaborasi dengan Karnos Film terasa menggemaskan. Dilema yang dihadapi membuat Doel seakan-akan jadi karakter suami yang plin-plan, tidak tegas dan label menyebalkan lainnya.

     Penasaran dengan apa yang terjadi ketika Sarah dan Si Doel di masa lalu, saya coba menonton versi sinetron ketika Doel menikah dengan Sarah dan pernikahan Zaenab dengan suami sebelumnya. Di sini Doel dan Sarah lebih ekspresif dan tidak seirit dan kagok versi filmnya.

     Karakter Doel yang memang dibuat 'lempeng' saat bertemu anaknya Sarah sukses bikin kesal. Komentar semacam "laki-laki nyebelin" atau "ga punya perasaan" adalah hal yang wajar kalau terlontar. Kegamangan Doel dengan situasi yang dialaminya adalah salah satu dari alasan mengapa Doel begitu iritnya berbicara. Untungnya, ada akting Mandra yang menghidupkan suasana di hampir sepanjang film dengan celetukan-celetukan sekenanya dengan Atun (Suty Karno) atau Hans (Adam Jagwani), dan Sarah. Selain Mandra, bagi saya sebenarnya kehadiran Doel kecil (Rey Bong) bisa membuat film jadi lebih emosional, jika konfliknya digali lebih dalam. Tapi tali kasih antara ayah dan anak bukanlah target utama dari cerita yang ingin disampaikan.

      Dalam salah satu adegan di film, Mak Nyak yang sudah tidak bisa melihat berseloroh cuek waktu mengatakan ia kasihan dengan Koh Ahong (Salman Al Farisi) yang masih belum saja menikah. Saya yang tidak mengikuti sepenuhnya alur cerita versi sinetron menemukan jawabannya di episode pernikahan Doel dan Sarah. Bisa dibilang kalau ini bukan saja cinta segitiga tapi juga segiempat, hanya saja porsi Koh Ahong yang pernah mencintai Zenab dalam film memang tidak sebanyak tokoh lainnya. Cinta yang bertepuk sebelah tangan bisa sampai segitunya membuat seseorang memutuskan untuk berhenti berharap namun tidak bisa move on untuk melupakan kesedihannya.

     Entah apa yang akan terjadi dengan Koh Ahong nanti, dan bagaimana perjalanan cinta segitiga antara Doel, Sarah dan Zaenab yang masih belum menemukan penyelesaiannya. Walau secara norma hukum, sighat ta'liq talak (pernyataan talak yang dibacakan setelah akad nikah) jadi acuan hak Sarah sebagai istri untuk mengajukan gugatan cerai. Sebaliknya, bagi Doel sebagai suami dengan adanya ikrar ini artinya bersedia menerima gugatan, bukan hal yang mudah untuk memutuskan untuk bercerai. Doel yang digambarkan sebagai anak yang soleh, rajin salat dan mengaji juga tidak akan tega mengabaikan amanah ibunya untuk baik-baik memperlakukan Zaenab yang sudah sepenuh hati mencintainya.

     Dalam sebuah pernikahan, mantan suami atau mantan istri bukan hal yang aneh tapi perceraian tidak pernah memutuskan hubungan biologis antara anak dan orangtuanya. Sialnya, bukan hanya Doel kecil yang memiliki hubungan biologis tapi Zaenab yang mual-mual menunjukkan tanda-tanda akan mengandung anak dari Doel juga.

     Posisi Doel memang sangat dilematis. Jadi wajar saja kalau ia begitu suntuk dan mumet, tergambar dalam penghayatannya di film. Tapi pengalaman yang berbeda dari setiap orang yang menonton juga tidak bisa disalahkan sehingga mempunyai penilaian dan pilihan masing-masing. Jadi siapa yang dipilih Doel? Sarah atau Zaenab? Atau memilih netral?

» » » Si Doel The Movie: Dilema Konsekuensi Status Pernikahan » » » » Film Sebelum Iblis Menjemput Ajang "Balas Dendam" Pevita Pearce » » » » Kolaborasi Chelsea Islan & Pevita Pearce di "Sebelum Iblis Menjemput" adalah Nikmat yang Tak Bisa Didustakan
Forum Film Bandung Forum Film Bandung Author
Title: Si Doel The Movie: Dilema Konsekuensi Status Pernikahan
Author: Forum Film Bandung
Rating 5 of 5 Des:
     Saya bukanlah fans setia sinetron Si Doel Anak Sekolahan yang sempat jadi sinetron hits pada tahun pertengahan tahun 90an sampai ...

Film Sebelum Iblis Menjemput Ajang "Balas Dendam" Pevita Pearce


     Hari ini, film Sebelum Iblis Menjemput memasuki hari ke-8 penayangannya sekaligus awal untuk bertarung di weekend kedua bersama film Indonesia lain yang mulai tayang hari ini. Menurut data filmindonesia.or.id, Sebelum Iblis Menjemput meraih 271.795 penonton per Minggu, 12 Agustus 2018. Perolehan jumlah penonton ini masih akan terus melaju mengingat layar yang ada masih mengungguli film Indonesia lainnya. Di Cinema 21 Bandung, Sebelum Iblis Menjemput masih tayang di 8 dari 9 bioskop dengan total sebanyak 44 show per hari ini. 

     Sky Media selaku rumah produksi utama, mengaku senang film Sebelum Iblis Menjemput diapresiasi positif oleh warganet. Meski tak ada target utama jumlah penonton, Sky Media berharap film Sebelum Iblis Menjemput masih akan terus bertambah jumlah penontonnya sebagai bonus kerja keras seluruh kru dan pemain selama ini.

     Pevita Pearce, salah satu pemeran utama film ini justru mengaku Sebelum Iblis Menjemput adalah ajang "balas dendam". Lho kok?

     Dalam kesempatan jumpa fans pada Senin lalu, 13 Agustus 2018 di Mall Bandung Indah Plaza, Pevita Pearce berbagi cerita mengenai film Sebelum Iblis Menjemput. Baginya, peran Maya adalah tantangan baru baginya. Memendam hasrat ingin bermain dalam film Timo Tjahjanto sudah dilakukan Pevita sejak 2011. Diakuinya, ia datang kepada Timo dan bilang "Saya ingin gila". Saat itu menurutnya, Timo berpikir Pevita hanyalah bocah kecil. Kesempatan datang pada tahun ini, bahkan langsung diduetkan dengan teman baiknya, Chelsea Islan, dalam film Sebelum Iblis Menjemput.

Pevita Pearce, pemeran Maya dalam film Sebelum Iblis Menjemput


     Sebelum film ini, Sky Media memproduksi film Buffalo Boys yang animonya cukup tinggi sejak rilis trailer. Namun sejak ditayangkan di bioskop pada 19 Juli 2018, Buffalo Boys justru mendapat jumlah penonton berbanding terbalik dengan ramainya perbincangan di media sosial. Hingga akhir penayangannya, film Buffalo Boys, bahkan tidak menyentuh angka 200ribu penonton. Dengan desain produksi yang mewah serta deretan aktor berkelas, wajar jika ada sedikit kekecewaaan yang dirasakan Pevita Pearce.

     Mendapati jumlah penonton Sebelum Iblis Menjemput melewati jumlah penonton Buffalo Boys bahkan hanya dalam 4 hari penayangannnya, membuat Pevita Pearce berujar, "ini balas dendam saya". 

     Jika balas dendam dari sudut pandang Pevita adalah mengenai jumlah penonton, ada satu sudut pandang lain yang juga bisa dikatakan balas dendam, yakni akting Pevita itu sendiri. Semenjak rilis trailer yang memuat adegan berdarah di wajah Pevita, sontak banyak yang berharap Pevita menyuguhkan performa yang beda dari film-film sebelumnya. Harapan tinggallah harapan. Pevita dalam Buffalo Boys yang berperan sebagai Kiona justru masih memegang kunci drama yang membuat aktingnya tidak kemana-mana meski tak bisa dikatakan buruk.

     Seakan menyadari hal itu, Kiona yang lembut mengubah menjadi Maya yang ketakutan, galau dan insecure dalam Sebelum Iblis Menjemput. Hanya di film ini, kita akan menikmati bagaimana Pevita membunuh orang dengan sadis, tertawa gila, dan menjadi sosok yang tentu akan membuat kita lupa terhadap Hayati. Di sinilah Pevita Pearce balas dendam sebagai seorang aktor. 

      Penasaran bagaimana "balas dendam" Pevita Pearce dalam Sebelum Iblis Menjemput? Segera tonton di bioskop terdekat!
» » » Si Doel The Movie: Dilema Konsekuensi Status Pernikahan » » » » Film Sebelum Iblis Menjemput Ajang "Balas Dendam" Pevita Pearce » » » » Kolaborasi Chelsea Islan & Pevita Pearce di "Sebelum Iblis Menjemput" adalah Nikmat yang Tak Bisa Didustakan
Forum Film Bandung Forum Film Bandung Author
Title: Film Sebelum Iblis Menjemput Ajang "Balas Dendam" Pevita Pearce
Author: Forum Film Bandung
Rating 5 of 5 Des:
     Hari ini, film Sebelum Iblis Menjemput memasuki hari ke-8 penayangannya sekaligus awal untuk bertarung di weekend kedua bersama f...

Kolaborasi Chelsea Islan & Pevita Pearce di "Sebelum Iblis Menjemput" adalah Nikmat yang Tak Bisa Didustakan

     Kontroversi perihal aktor wanita Indonesia yang hanya bermodal cantik saja sempat terjadi beberapa waktu lalu. Berawal dari pernyataan seorang sutradara kondang tanah air lalu diramaikan oleh selebriti dan berbagai media. Bisa jadi benar bisa juga tidak. Mari kita lihat dua aktor muda ini, apakah mereka hanya bermodal cantik saja atau juga memiliki kemampuan akting yang mumpuni?

     Chelsea Islan dan Pevita Pearce. Keduanya sama-sama pernah menggenggam piala Pemeran Utama Wanita Terpuji Festival Film Bandung. Lebih dahulu Pevita Pearce yang menyabet piala tersebut pada tahun 2014 lewat film Tenggelamnya Kapal van Der Wicjk, 2 tahun kemudian Chelsea Islan menyusulnya lewat film Rudy Habibie. Uniknya, saat kemenangan Chelsea Islan, justru Pevita menjadi salah satu pesaingnya lewat film Aach Aku Jatuh Cinta. Nah, dari fakta ini jelas, keduanya adalah aktor yang aktingnya patut mendapat pujian.

     Dua tahun kemudian, tepatnya Agustus 2018, keduanya beradu akting dalam film horor mixed thriller, SEBELUM IBLIS MENJEMPUT. Selain menjadi film horor pertamanya, keduanya didapuk sebagai pemeran utama. Jelas Chelsea & Pevita dalam satu frame adalah nikmat yang tak bisa didustakan. Bagi kaum adam, alasan ini sudah cukup untuk membuat ringan kaki melangkah ke bioskop. 

Lalu bagaimana kiprah mereka dalam film yang disutradarai oleh Timo Tjahjanto ini?

     Sebelum Iblis Menjemput menceritakan pengalaman Alfie (Chelsea Islan) seorang perempuan muda yang dihantui masa lalunya yang kelam. Ketika ayahnya yang terasingkan (Ray Sahetapy) koma karena gejala penyakit misterius, dia memutuskan untuk mendatangi villa yang sering didatangi ayahnya. Di sana Alfie berusaha mencari tahu apa yang terjadi kepada ayahnya dan ibunya yang dulu meninggal secara janggal. Di sana jugalah ia bertemu dengan Maya (Pevita Pearce) saudaranya yang mempunya agenda tersendiri.

     Saya berkesempatan nonton Gala Premiere yang berlangsung di XXI Empire BIP, Sabtu malam, 4 Agustus 2018 show terakhir yakni 21.30. Bandung ini adalah kota kedua setelah Jakarta yang melangsungkan pre-screening sebelum filmnya tayang reguler di bioskop mulai Kamis, 9 Agustus 2018.

Tiket Sebelum Iblis Menjemput. (doc: pribadi)


     Tidak menyesal saya, malam-malam pergi ke BIP. Keluar bioskop hampir tengah malam membawa banyak kejutan yang dihadirkan Sebelum Iblis Menjemput. Chelsea Islan melakoni perannya dengan sangat baik dan totalitas dalam film ini. Meski begitu, kejutan terbesar datang dari Pevita Pearce. Hampir susah saya melepaskan sosok Hayati dari seorang Pevita Pearce. Namun, Timo berhasil mengubah Pevita menjadi sosok Maya yang berbeda. Ada banyak scene mereka akan beradu satu frame dalam kegilaan yang hakiki. Hanya di Sebelum Iblis Menjemput kita akan melihat kedua aktor ini "kehilangan akal sehat". Ditambah gila dengan hadirnya Karina Suwandi yang berperan sebagai ibu mereka. 

     Sebelum Iblis Menjemput jelas membawa saya pada pengalaman menonton horor yang beda. Darah, pembunuhan dan adegan sadis khas Timo Tjahjanto hadir di film ini. Jika kalian senang dan suka menonton film Rumah Dara, Killers atau sejenisnya, maka melewatkan Sebelum Iblis Menjemput adalah suatu kesalahan besar. Meski adegan berdarahnya tidak sesadis dan seintens Rumah Dara, Sebelum Iblis Menjemput berhasil membuat nuansa tegang dan seram berkat visualisasi iblis yang memang menyeramkan. Dibidik oleh penata kamera Batara Goempar lalu dipadu musik oleh Fajar Yuskemal, Sebelum Iblis Menjemput menjadi sajian yang menegangkan bahkan sejak awal film dimulai. Lihat saja nanti bagaimana iblis itu muncul di kolong kasur dan di-framing secara close up, Alfie aja sampai pingsan.

     Acara Gala Premiere turut pula dihadiri oleh Chelsea Islan (yang sayangnya tidak didampingi Pevita Pearce), Samo Rafael dan Ruth Marini ini dimulai dengan press conference bersama media Bandung pada sore harinya. Dalam kesempatan tersebut, Chelsea mengungkapkan ia tertarik dalam project Sebelum Iblis Menjemput karena naskah yang ditawarkan berbeda dari film horor lainnya yang pernah datang kepadanya. Selain itu ia juga ingin membuktikan bahwa menjadi aktor itu bukan hanya fisik semata melainkan juga kerja keras dan totalitas.

Chelsea Islan (tengah) didampingi Samo Rafael (kiri) dan Ruth Marini (kanan) berfoto bersama seusai press conference bersama media lokal Bandung. (doc: pribadi)


     Ruth Marini yang berperan sebagai dukun sekaligus acting coach dalam film ini mengaku senang bisa bekerjasama dengan aktor-aktor hebat sekelas Chelsea Islan dan Pevita Pearce. Ia pun memuji Chelsea secara langsung sebagai aktor muda yang rendah hati mau menerima ilmu baru meski  posisinya sebagai aktor terkenal dengan segudang penghargaan.

     Senada dengan Ruth Marini, saya pun melihat bahwa film yang diproduksi oleh Sky Media yang bekerjasama dengan Legacy Pictures dan Ideate Media ini adalah peluang untuk para aktornya meraih penghargaan. Selain itu pula, hadirnya Sebelum Iblis Menjemput seakan memecundangi film horor lain yang tayang tahun ini yang sepertinya dikerjakan asal-asalan. -Aku Hambamu-


Oleh : Raja Lubis (Komandan FFBComm)


» » » Si Doel The Movie: Dilema Konsekuensi Status Pernikahan » » » » Film Sebelum Iblis Menjemput Ajang "Balas Dendam" Pevita Pearce » » » » Kolaborasi Chelsea Islan & Pevita Pearce di "Sebelum Iblis Menjemput" adalah Nikmat yang Tak Bisa Didustakan
Forum Film Bandung Forum Film Bandung Author
Title: Kolaborasi Chelsea Islan & Pevita Pearce di "Sebelum Iblis Menjemput" adalah Nikmat yang Tak Bisa Didustakan
Author: Forum Film Bandung
Rating 5 of 5 Des:
     Kontroversi perihal aktor wanita Indonesia yang hanya bermodal cantik saja sempat terjadi beberapa waktu lalu. Berawal dari pernyata...
×