Rabu, Oktober 28, 2015

Menjelang pemutaran ulang Film 3 di CGV Blitz Bandung, 28 Oktober 2015.





 
  Oleh: Agus Safari 
Forum Film Bandung

FILM ALIF LAM MIM yang menjadi bahan perdebatan dengan judul yang menyiratkan atau memakai  idiom dari kitab Al Quran dengan segala pertimbangan yang ‘terpaksa’, maka lahirlah film tersebut dengan judul besar memakai angka 3. Sebuah judul yang menurut bahasa visual dan kaca mata promosi agak melawan arus dan merugikan serta tidak begitu menarik untuk dilihat lebih lanjut dari sisi materi promo .

Ternyata begitu menonton Film 3 tersebut, ternyata memang secara keseluruhan tema film tersebut  melawan arus dari ‘keriuhan’ tema film tahun 2015 ini. Namun meski melawan arus film ini begitu banyak hal-hal yang menarik dan keberhasilan dari segala unsur dalam penggarapannya. Plot yang digunakan menarik dan tidak membosankan; tarik-ulur antara masa kini-masa lalu mengalir dengan tertata apik dalam balutan disiplin artistik yang cukup meyakinkan.

Penggunaan Plot yang menafsirkan dari kata Alif Lam Mim sangat kentara sekali bahwa Sutradara (Anggy Umbara) ingin memberikan makna yang multi tafsir bagi para peminat film action. ALIF berdiri sendiri dan mempunyai makna dalam perjalanan waktunya, hingga Alif diberikan ‘ruang’ dalam melakoni kisahnya. ALIF ini ibarat sebuah lakon atau Babak dalam mengisi ‘Ruang’ tersebut. Begitu pula dengan LAM dan MIM diberikan ruang (Babak) dalam mengisi ruang itu, dan   ketika ALIF, LAM dan MIM disatukan menjadi ALIF LAM MIM maka ruang itu menjadi ‘riuh’ dengan penuh makna. Maka  penggabungan dari Alif Lam Mim itu, adalah merupakan Epilog dari film 3 ini serta merupakan ending dari Soliloque sang Sutradara: Anggy Umbara.

Drama action ini meneropong kehidupan sosial yang sudah berubah dalam tatanan di pemerintahan  serta kehidupan dalam beragama. Hal ini menjadi film dystopian pertama yang mengisi ‘ruang’ Indonesia ( Jakarta) 20 tahun ke depan. Dengan sangat apik baik sutradara, para actor/aktris dan unsur pendukung nampak sangat kentara saling bahu membahu untuk membuat film ini menjadi sebuah tontonan yang menjadikan satu tarikan nafas. Hingga tak terasa begitu selesai kita menonton, maka saat itulah kita akan menghela nafas panjang dengan makna dan tafsir yang berbeda bagi semua penonton, dan yang membuat kesamaan setelah nonton Film 3 ini adalah; Terpuaskan dahaga setelah banyak nonton film lebay di periode tahun 2015 ini.

Maka alangkah rugi bagi penonton yang belum menyaksikan FILM 3 ini karena keburu turun di bioskop dengan sangat pendek sekali durasi tayangnya, karena gempuran film import. Hmm… sayang sekali film yang layak untuk di apresiasi tapi keburu turun.  

Hari ini (28 Oktober 2015) ada kabar gembira FILM 3 akan ditayangkan di CGV Blitz Bandung pada pukul 20.55 wib, hanya satu hari. Bila anda seorang mania film Indonesia, inilah kesempatan terakhir untuk nonton film yang begitu apik serta menarik untuk dikaji dan tentu saja tidak lebay.

Selamat berapresiasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar