Senin, Januari 26, 2015

Analisa Dan Prediksi Academy Awads 2015 Versi Forum Film Bandung

Oleh Eriko Utama, S.Si
(Wakil Ketua Film Impor dam Anggota Pengamat Forum Film Bandung)



OSCAR 2015 banyak dikritisi dan menurut saya memang semakin subyektif, ntah itu sangat amerika (seperti film American Sniper yang menurut saya mewakili pandangan egois amerika terutama untuk Islam dan arab serta pandangan anak emas terhadap karya anak emas Holywood juga), rasis (amerika sendiri masih rasis terhadap kulit hitam, Selma yang mana sutradaranya di hargai sebagai nomine di golden globe tidak di lirik di sini, selain karena wanita dan berkulit hitam, sementara karya sutradara kulit putih tentang kebangsaan amerika bisa menangwalaupun filmnya menurut saya biasa aja argo aja yang biasa bisa menang..americaaaa), atau kenyataan bahwa banyak filmmaker membuat film film hebat dan berkualitas seperti Christoper Nolan malah gak masuk nominasi film terbaik dan sutradara terbaik, apa karena nolan bukan yahudi ya? Teuing ah :D ..

Oke ini sedikit statistic dari nominee:
Film Birdman mendapat 10 nominasi yang terbanyak disusul The Grand Budapest Hotel (9), The Imitation Game (8), Boyhood (6), American Sniper, The Teory Of Everything, Whiplash, Foxcatcher dan Interstellar masing-masing mendapat 5, disusul Mr. Turner (4), Unbroken dan Into The Wood masing-masing 3, serta Wild, Inherent Vice, Guardian of The Galaxy serta Ida mendapat 2. Lalu Two days One Night, Still Alice, Gone Girl, Nightcrwaler, Maleficient, The Judge, Big Hero, The Boxtrolls, How to Train Your dragon 2, Song of The Sea, The tale of Princess kaguya, The Hobbit 3; The Battle of The Five Armies, Captain Amarica The Winter Soldier, Dawn of The Ape Planet, X Men Days of Future Past dan Lego Movie masing-masing mendapat 1 nominasi.  

Dan saya memperkirakan Interstellar akan mendapatkan paling banyak Oscar (kemungkinan 5) disusul oleh Birdman(4) dan masing-masing The Grand Budapest Hotel serta Imitation Games membawa minimal 2 piala. Well namanya juga prediksi yang penuh dengan pertimbangan subyektif ketimbang obyektif J mari kita kupas satu persatu setiap nominasinya..

Best Original Song
Everything is Awesome, Lego Movie
Glory, Selma
Grateful, Behind the Lights
I’m Not Going to Miss you, Glen Campbell
Lost Stars, Begin Again

------ Everything is awesome merupakan lagu yang sangat pas untuk Lego Movie, dengan music yang ringan dan khas film animasi dengan beat yang cepat bener-bener menggambarkan umur yang punya lego movie (hehehehe),
----- Glory yang dilantunkan oleh John Legend untuk Film Selma warna suara yang black balada dan terasa menyatu dengan filmnya. Menurut saya ini sangat pas dengan filmnya, dari nuansa pedih, semangat pantang menyerah dan menyuarakan protes atas diskriminasi bangsa Amerika dipresentasikan dengan baik dalam alunan suara dan music lagu ini. Beautiful
----- Grateful dari behind the lights (nah ini .gak ketemu :D),
------ melalui suara Glen Campbell yang mengalunkan lagu I.m Not Going To Miss You dalam suasana country yang lembut dan membekas di sanubari ketika mendengarnya (tapi sumpah saya gak tau filmnya apa hihihi..katrokk)
------ Lagu Lost Stars pada film Begin Again yang dinyanyikan oleh Adam Levine… suara tipis melengking Adam Levine menghanyutkan dan hampir saja saya serahkan sebagai pemenang Oscar pertama untuknya tapi tunggu… 

Nah sayangnya ini khan original soundtrack film dan penilaian Utama adalah lagu yang mengintegrasikan filmnya dan itu saya rasa Best Original SongOscar 2015 goes to … John Legend dalam Glory (Selma). Selamat ya john… (Oh maaf bukan saya ya jurinya :D)

Visual Effects
Captain America: The Winter Soldier
Dawn of the Planet of the Apes
Guardians of the Galaxy
Interstellar
X:Men: Days of Future Past

Keren Bingits deh ..hampir semua film-film box office dan block buster di tahun 2014 kemaren masuk dalam nominasi walaupun saya tetap merasa sayang aja kenapa hobbits 3 gak masuk, tpi gak masalah karena nominasi lainnya juga sangat menggemaskan.
---Captain America: The Winter Soldier sebagai salah satu film unggulan marvel selain Guardian of The Galaxy cukup memukau visual efeknya, kebayangkan membuat kapal induk udara segitu gedenya dan terlihat realistis? Sebagai jagoan yang paling dikit kemampuan saktinya dibandingkan anggota the avengers lainnya wajar captain America di bekali budget fantastis agar filmnya memuaskan para penggemar marvel.
----Begitu juga pembuatan visal efek untuk kera-kera yang bisa berpikir dan bertindak seperti manusia membutuhkan kerja kreativitas dan teknologi yang tidak mudah, memanjakan mata ketika menontonnya.
----Pertempuran luar angkasa memang banyak di presentasikan di film-film Hollywood akhir-akhir ini sehingga agak sulit melihat guardian bisa menang walaupun visual efeknya bagus.
----X-men seperti biasa semakin matang visual efeknya dan apalagi kembali di tangani oleh bryan singer membuat visual efek X-Men seperti menemukan jatidirinya.

Namun dari kesemua visual efek yang paling mengagumman bagi saya di tahun 2014 adalah Interstellar dengan rendering yang konon kabarnya hingga 100 jam untuk menghasilkan visual efek lubang hitam yang diyakini mendekati model yang sebenarnya di alam semesta sungguh rasanya aneh aja kalo juri-juri Oscar tidak menjatuhkan Oscar kategori Vissual effect kepada film ini. Go go Nolan J.

Best Documentary feature
Citizen four
Finding Vivian Maier
Last Days in Vietnam
The Salt of the Earth
Virunga

Uftt.. akhirnya ada juga deh yang saya tonton dari best documentary feature, Tapi cuman citizen four doang yang saya tonton, rasa-rasanya film tentang snowden ini agak sulit menang ya kalo melihat selera juri-juri Oscar yang rada sok American. Hehhe tapi who knows laaa :D

Best Editing
American Sniper
Boyhood
Grand Budapest hotel
The Imitation Game
Whiplash

Yap…semangar! Ganbatte (eh ini ungkapannya dah kuno belum ya?). semangat kenapa? Karena akhirnya saya udah tonton donk semua film yang masuk kategori best editing ini. Dan saya gak ragu sih kalo menjagokan The Imitation Game sebagai best editing. Alur cerita yang ada di film ini sangat cantik., biasanya khan alur maju mundur bikin bĂȘte dan dahi berkerut, nah di film ini semua lancar dan tidak terkesan maksa..mengalir saja… sebenarnya sih yang lain juga bagus ..tapi yah american sniper saya kurang suka ama film ya (subyektif ni yee), boyhood khan emang di syut 12 tahunan jadi yang menonjol di film ini bukan editingnya tapi ke aktingnya, grand budapest hotel keren banget lah..tapi seperti Wishplash juga akhirnya saya sepakat bersama 1000 juri oscar (cih) memilih The Imitation Game untuk memenangkan kategori ini. Makan-makan donggggg: D

Sound editing
American Sniper
Birdman
The Hobbit: The Battle of the Five Armies
Interstellar
Unbroken

Sulit sulit…. Tahun lalu saya bisa menebak gravity emang karena sainganya masih kalah deh..tapi yang ini.. waduh.. ke lima film ini memiliki teknik sound editing yang juara punya..haiyaaa… akhirnya saya tonton lagi beberapa film dan mencoba untuk menyingkirkan rasa subyektif saya. Angelina Jolie merupakan artis yang ternyata emang memiliki talenta yang zuper sehingga unbroken sebagai film yang disutradainya masuk kedalam nominasi teknis seperti sound editing ini. Lihat American sniper, yang seperti birdman juga memiliki teknik sound editing yang luar biasa. The hobbits dan interstellar yakin banyak yang nonton juga.. dan emang keren bingits khan teknik sound editingnya? Tuh khan susah….Film Birdman juga sound editingnya canggih karena inaritu, sang sutradara banyak mengambil adegan langsung di depan theater yang memaksa para aktornya berdialog panjang panjang sampe sampe muncrat deh.. keren lah… kebayang untuk mengatur set suara yang mumpuni untuk adegan-adegan ini bukan? Tapi akhirnya saya mencoba keberuntungan saya (apa sehhh). Dan dengan lantang saya (teuteup) mendukung Interstellar yang merebut kategori ini. Semangat bro Nolan..harusnya Oscar dah layak untuk mempertimbangkan semua karya karya mu yang keren ini.

Sound Mixing
American Sniper
Birdman
Interstellar
Unbroken
Whiplash

Baiklah..belum lelah kok ….kategori ini memang memiliki perbedaan yang siginificant dengan sound editing (sok pinter deh lu) namun kategori teknis ini sangat menentukan kenyamanan penonton film. Secara jujur sih yang saya tonton di bioskop cuman Interstellar dari ke lima film nominasi sound mixing jadi rasanya emang kurang adil ya sementara yang lain nonton di tipi yang sound sistemnya biasa biasa aja. Beginilah yang gak bisa di obyektifkan untuk menilai tingkat rasa dan kemampuan sound film ini. Kalo American sniper saya rasa masih kalah ama birdman deh, karena adegan-adegan terutama didalam theather itu yang memaksa team sound mixing mengeluarkan kemampuan tebaiknya bukan?  Kalo gak Birdman yang menang maka bisa jadi Interstellaryang sangat layak mendapatkan piala Oscar 2015 untuk kategori Sound Mixing. Waaah bisa bisa terjadi kayak tahun lalu ni..gravity menang dalam kategori teknis tapi kalah dalam best picture…hehehehe. Bisaan


Production Design
The Grand Budapest Hotel
The Imitation Game
Interstellar
Into the Woods
Mr. Turner

Tuh khan… lagi lagi dalam kategori teknis kayak gini, film-film yang menjadi nominator sangat sangat bagus…Grand Budapest .. homor satire kayak gini kalo gak dipersiapkan matang-matang mana bisa berkilauan… the imitation game. Dahsyat…film perang yang didalamnya gak ada adegan perang kecuali gambar yang diambil dari documenter, sama seperti Budapest sangat mengandalkan seni peran sebagai titik sentral film. Into The Woods khas film Disney yang tentu dipersiapkan matang-matang apalagi pemaen filmnya adalah deretan pemain berbakat dan hebat, Mr. Turner juga sama mengandalkan acting sehingga best actor pada cannes festival 2014 memenangkan actor utamanya dan tentu sekali lagi interstellar yang memiliki persiapan panjang sehingga seorang professor fisika kuantum yang bertanggung jawab untuk membuat rumusan fisika di film ini benar-benar seperti animasi untuk kuliah fisika modern.

Dari kelima film ini, kesimpulan saya semua film sangat bagus di seni perannya, sehingga dugaan saya adalah proses pembuatan film yang terjadi ketika tahapan production design telah merancang bagaimana para actor dan aktris di film ini mampu memenuhi keinginan sutradara dan team creativenya. 5 film ini kuat semua .. jadi siapapun yang menang rasanya tidak masalah deh…tapi karena ada harus memilih saya pilih interstellar lagi deh …hehehe.


Live Action Short Film
Aya
Boogalo and Graham
Butter Lamp
Parvaneh
The Phone Call

O o o …gak milih deh..soalnya asing hehehe

Foreign Language Film
Ida
Leviathan
Tangerines
Timbuktu
Wild Tales

Best Animated Short
The Bigger Picture
The Dam Keeper
Feast
Me and My Moulton
A Single Life

Best Animated Feature Film
Big Hero 6
The Boxtrolls
How to Train Your Dragon 2
Song of the Sea
The Tale of Princess Kaguya

Yap…ini salah satu kategori yang banyak di perbincangkan karena tidak memasukan The Lego Movie kedalam salah satu nominasi. Saya sendiri walau gak gitu suka lego movie merasa bahwa film lego malah sangat layak apalagi ketimbang the boxtrolls, song of the sea dan the tale of princess kaguya. Aneh dah.. kenapa gak masuk. Sejujurnya saya ingin Big Hero 6 yang menang, tapi saat ini saya kesampingkan dulu rasa subyektif saya karena How To Train Your Dragon 2 memiliki tingkat kesulitan lebih tingg karena kalo di film pertama naga yang muncul gak banyak, kalo di film kedua kayaknya yang ditampilkan Negara para naga deh..jadi kebayang rumit dan detailnya produksi film ini ditambah sebagai sequel ceritanya berkembang secara kreatif tanpa terkesan mengekori kesuksesan film pertama, saya lebih ingin How to Train Your Dragon 2 sebagai pemenang Oscar 2015 untuk kategori Best animated feature film. Buat bymax rapopo yo… I’m satisfied with your care J (bener gak tuhhh?).

Supporting actor
Robert Duvall, “The Judge”
Ethan Hawke, “Boyhood”
Edward Norton, “Birdman”
Mark Ruffalo, “Fox catcher”
J.K. Simmons, “Whiplash”

Akhirnya sampe ke kategori menilai acting. Robert Duvall dalam The Judge juara bangett…aktingnya bersama Robert downey jr sangat elegan dan keren sekali. Saya terpukau dengan acting primanya. Ethan hawke di Boyhood juga tidak bisa di kesampingkan, bayangkan acting 12 tahun (ini kayaknya bakal jadi titik penilaian yang diandalkan Boyhood deh) dan bertahan ke peran yang dibangun, padahal selama 10 tahun itu ethan bermain ke film-film lain juga dan berperan tidak sama seperti di boyhood, namun tingkat kesulitan aktingnya menurut saya masih berada di bawa Robert duvall deh. 



Edward Norton dalam birdman prima pissan mengimbangin acting Keaton dan stone yang juga prima, rasa-rasanya memang Edward Norton sudah matang aktingnya melihat seni olah peran yang ditampilkan di film yang bertaburkan bintang kelas wahid. Mark Ruffalo emang bagus aktingnya, tapi yah type type aktingnya emang ada dijalur aman. JK simmons adalah pemenang golden globe di kategori ini, mungkinkan juri Oscar akan memberikan penghargaan yang sama? Masalah acting memang banyak sekali pertimbangan, bisa jadi penghargaan di berikan karena walaupun baru sekali maen film misalnya langsung dapat Oscar, tapi ada yang bertahun tahun maen bagus tapi susah sekali mendapatkan Oscar. Dan dideretan nominasi supporting actor ini semua adalah pemaen lama yang memang masuk dalam kategori pemaen berkualitas, namun dari semuanya saya lebih terkesan dengan acting Robert Duvall di The Judge, semoga juri Oscar memfollow twitter saya (hahahahhaha).


Supporting actress
Patricia Arquette, “Boyhood”
Laura Dern, “Wild”
Keira Knightley, “Imitation Game”
Meryl Streep, “Into the Woods”
Emma Stone, “Birdman”

Nah ..hampir sama dengan kategori sejenis beda kelamin, nominator supporting actress juga dipenuhi dengan aktris-aktris pemaen watak yang kualitas permainannya top markotop. Liat acting patricia arquetta sebagai emak di Boyhood, sama dengan ethan hawke yang harus menjalani konsistensi acting dan berkembang sesuai perannya selama 12 tahun dari mahasiswi punya 2 anak (nah lo ini aja dah kebayang gimana actingnya) lalu istri yang suami barunya ternyata alkoholik? 10 tahun lo… kebayang lah… acting bintang senior Laura Dern dalam Wild memukau saya rasa layak banget lah masuk dalam nominasi….meryl streep ternyata piawai juga ya nyanyi sambil acting jadi penyihir jahat di into the woods, namun saya rasa kualitas aktingnya masih kalah deh ama acting-aktingnya di film lain, dan emma stone membuktikan dirinya bukan hanya sebagai pemanis dan walaupun maen di film blocbuster pun emma stone tetap berakting ciamik. aktingnya di birdman lebih menghentak dan kebanyakan mengeluarkan emosi sehingga sepertinya emma stone banyak mengeluarkan jurus-jurus acting di film yang emang berat ini.

Namun acting yang ciamik ini tentu di nilai juga dengan chemistry dnegan lawan maennya khan? Dan rasanya acting Keira Knightley dan Benedict Cumberbatch sangat menyatu sekali di The Immitation Game, keira seperti gampang sekali melahap acting ini,,, dan rasanya wajar juri Oscar memberi kepercayaan kepada Keira tahun ini. Hayo syantiqqqq ….


Makeup and Hairstyling
Fox catcher
The Grand Budapest Hotel
Guardians of the Galaxy

Seru seru ini… semua actor di 3 film ini berubah menjadi hampir tidak dikenali. Steve carrel tidak seperti steve…makeupnya merubah drastic dan sangat halus sekali… liat valdemort eh yang tak boleh disebutkan namanya hehehe di grand Budapest…make up nya ciamik banget. Dan tentu tak lupa bagaimana penampilan
Zoe zaldana di guardian…Bradley cooper eh..ini gak masuk dalam make up mas..ini animasi…ohh gitu…map :D ,,, tapi rasanya saya lebih cenderung ke grand Budapest hotel deh :D

Costume Design
The Grand Budapest Hotel
Inherent Vice
Into the Woods
Maleficent
Mr. Turner

Well well well … dua film Disney beradu di dalam kategori yang sama dengan jenis film yang sama lagi… Maleficient dan Into The Woods, putri tidur vs putri cinderala.. dan pemenang gaun malam terbaik adalah.. no no no..ternyata bukan para putrinya yang bertanding tapi kedua penyihir lah yang saling bertanding.. dan pemenangnya adalah..The Grand Budapest Hotel… hehhe udah ini aja.. selain karena costume nya terkesan kuno tapi cocok untuk film ini. Tapi seandainya disuruh memilih antara ratu penyihir Angelina jolie dan ibu penyihir meryl streep ya aku pilih gaun hitam milik penyihir Angelina jolie de sebagai pemenang. Sementara di Inherent Vice dan Mr. Tuner unik juga sih costume nya… tapi yah gak tau lah apakah para juri Oscar memilih salah satu di kedua film ini yang kurang terkenal? Menonton inherent vice aja saya hamper banyak tidurnya.:D


Cinematography
Birdman
The Grand Budapest Hotel
Ida
Mr. Turner
Unbroken

Nah…sungguh tidak saya sangka di kategori ini Interstellar malah gak masuk, ida malah saya ndak mudeng filmnya, Mr. Turner juga menurut saya masih tertinggal dari lawan-lawannya. Tinggal Birdman, Budapest dan Unbroken yang masuk pertimbangan saya. Sekali lagi Angelina jolie sebenarnya kuda hitam, karena secara teknis filmnya dibuat dengan sangat baik sekali, tapi Inaritu di birdman membuat filmnya sangat personal sehingga gaya penyutradaannya sangat jelas tertuang di cinematography (inget juga Babel yang juga di sutradarinya mendapat penghargaan Oscar juga ya?) sementara Budapest juga keren karena cinematographynya mampu bermain main di area yang jelas membutuhkan banyak perhitungan cahaya dan lain-lain dalam arena photography, namun melihat tingkat kesulitan birdman yang bermain di dalam theater dan terkadang kamera dibawa seakan akan berjalan (udah biasa sih ya) dan pertunjukkan levitasi di awal film bisa jadi cinematography milik film Birdman deh :D.. selamat ya inaritu J


Adapted Screenplay
American Sniper
The Imitation Game
Inherent Vice
The Theory of Everything
Whiplash

Okeh.. tahun lalu saya terpeleset di kategori ini, dan sepertinya tahun ini juga. Ke lima film seimbang, dan pilihan juri Oscar agak kemana mana ya … inherent vice dibuat rumit, walaupun gambar filmnya sederhana namun cerita dibuat secara teknis sangat beragam dengan casting yang memiliki keragaman sehingga wajar saja adaptasi dari film ini masuk menjadi nominasi…begitu juga the theory of everything…padahal pengen banget deh nonton ini. American sniper sendiri bercerita seperti paranoid America deh terhadap arab (atau Islam sebenarnya ya) saya sendiri merasa adaptasi skenarionya masih dibawah inherent, dan melihat keragaman konflik yang bagus tersaji melalui adaptasi scenario maka bisa jadi Inherent Vice yang akan menjadi juara dan membawa pulang Oscar 2015.

Original screenplay
Birdman
Boyhood
Fox catcher
The Grand Budapest Hotel
Nightcrawler

Scenario asli birdman sepertinya berada lebih rumit dan kompleks dibandingkan pesaingnya. Boyhood memang dibuat dalam rentang waktu yang panjang namun skenariionya tidak terlalu beriak, Budapest yang menurut saya menjadi pesaing kuat birdman karena kecerdasan dialog dan ceritanya. Sementara saya menjagokan Birdman untuk mendapatkan Oscar di kategori ini.






Original Score
The Grand Budapest Hotel
The Imitation Game
Interstellar
Mr. Turner
The Theory of Everything

Wow.. ini dia pertandingan seru. Alexander desplat pada Budapest dan imitation game, lawan debutan baru di Oscar yaitu Gary Yershon di Mr. Turner, Johan Johannsoon di Theory of Everything dan Hans Zimmer di Interstellar. Hans Zimmer termasuk langganan christoper Nolan di hamper semua film-filmnya, namun khusus untuk interstellar saya rasa ini original deh walau memang beda tipis lah ama Mr. Alxander Desplat.

Director
Wes Anderson, “The Grand Budapest Hotel”
Alejandro Gonzalez Inarritu, “Birdman”
Richard Linklater, “Boyhood”
Morten Tyldum, The Imitation Game
Bennett Miller, Fox catcher
Pertandingan masih berlanjut, namun yang masuk final adalah kelima film ini. Semua sutradara di kategori ini layak masuk sehingga sulit memilih mana yang terbaik. Namun dilihat dari konsistensi maka menyutradai 12 tahun untuk satu film rasanya cukup menantang dan membuat Richard Linklater layak mendapatkan Oscar.

Actress
Marion Cotillard, Two Days, One Night
Felicity Jones, Theory of Everything
Julianne Moore, Still Alice
Rosamund Pike, Gone Girl
Reese Witherspoon, Wild

Julianne Moore menyabet Golden Glober untuk kategori ini, saingan terkuatnya menurut saya adalah Reese Witherspoon yang bermain sangat ciamik di Wild. Begitupun Marion Cotillard layak menjadi pesaing terkuatnya. Rosamund Pike semakin berkembang aktingnya sehingga melalui Gone Girl menjadikan aktris ini naik kelas dan menjadi kuda hitam di kategori ini. Felicity Jones pun sangat ciamik bermain sebagai pasangan Stephen Hawking tak bisa dipandang rendah. Sepertinya saya lebih mendukung Moore untuk mendapatkan Oscar di tahun ini. 

Actor
Steve Carell, Foxcatcher
Bradley Cooper, American Sniper
Benedict Cumberbatch, The Imitation Game
Micheal Keaton, Birdman
Eddie Redmayne, Theory of Everything

Michael Keaton bertemu dengan Eddie Redmayne di kategori ini, walaupun di golden globe masing-masing meraih sebagai best actor film musical/komedy dan drama. Cukup menarik mana yang menjadi pilihan Juri Oscar. Permainan Keaton membuat saya terpukau di Birdman. Hampir tidak bisa dikenali lagi sang batman yang ganteng ini bermain menjadi actor komedi yang kacau dan hanya terlihat sebagai actor tua yang tidak ganteng. Disini Keaton bebas mengeksplorasi kemampuannya berakting dan berdialog dalam scene yang panjang-panjang tapi tetap terlihat natural, ditunjang dengan para actor dan aktris lain yang juga memicu kualitas aktingnya (baik itu emma stone atau Edward Norton) dan ini adalah calon terkuat untuk penerima Oscar 2015. Bradley cooper juga layak sih masuk tapi kalo melihat saingannya rasa-rasanya cooper cukup jadi nominee aja deh. Begitu juga steve carrel, walaupun perjuangannya ditambah dengan make up yang drastic tidak cukup kuat untuk menyingkirkan Keaton. Nah, bisa jadi eddie redmayne adalah penerima golden globe namun rasanya untuk menyingkirkan Keaton cukup susah. Saya pribadi terkesan dengan acting Benedict Cumberbatch dalam The Imitation Game, rasa-rasanya cukup layak menjadi pesaing terkuat Michael Keaton. Namun saya lebih memilih cumberbatch karena tingkat kesulitan aktingnya di 3 waktu cerita filmnya memaksanya untuk bertransformasi dalam satu film, cukup sulit bukan? Yah…secara hitungan kayaknya Keaton bisa menang tapi secara pribadi saya mendukung cumberbatch.





Best Picture

American Sniper
Birdman
Boyhood
The Grand Budapest Hotel
The Imitation Game
Selma
The Theory of Everything
Whiplash

Kategori ini sepertinya memang bukan nilai matematika dari apabila unsur-unsur teknis dan aktingnya menang maka secara otomatis menjadi best picture. Sepanjang sejarah Oscar tidak demikian, tahun lalu saja, unsur-unsur Oscar banyak dimenangkan Gravity, namun pilihan best Picture jatuh ke tangan 12 years Slave. Sama dengan nominasi best picture hingga 8 dari 9 yang maksimum Oscar berikan, aneh aja kalo Interstellar malag gak masuk sementara di unsur-unsur teknis masuk. Sepertinya memang Oscar itu pilih kasih deh.. film-film clint eastwood selalu masuk ke nominasi, dan terkesan sebagai anak emasnya juri-juri Oscar deh. Inaritu juga beberapa kali menang Oscar seperti Babel beberapa tahun lalu, grand Budapest memang seru tapi untuk menyandang best picture kayaknya masih kalah kuat. Selma juga terkesan biar gak rasis kayaknya…la wong beberapa unsur penting yang sangat menonjol di Selma kayak actor utamanya malah gak masuk nominasi, theory of everything seakan akan mempertegas bahwa juri Oscar cenderung senang dengan film-film biopic. Whiplash yang agak berbeda trend dengan yang lain namun rasanya juga kurang kuat sebagai pemenang kategori ini. Imitation game seperti mengulang king of speech dan rasanya walau film ini (juga film biopic) cukup kuat namun sepertinya pilihan yang kurang pas bagi Oscar. Dengan pertimbangan yang kuat maka saya menjagokan Birdman sebagai juara kompetisi Oscar tahun ini. Tonton deh..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar