Senin, Maret 31, 2014

Kontroversi ”Noah” dan Rekomendasi Film Minggu Ini

Oleh Eriko Utama



(Forum Film Bandung) Ternyata waktu itu cepat berlalu. Anak panah yang melesat dari busurnya tak akan kembali. Selama belum bertemu warm hole, maka kita berada di garis waktu yang semakin meninggalkan masa lalu dan tergopoh  menghadapi masa  depan.

Sepertinya saya baru  merasakan bulan januari, tiba masa summer movies-nya hollywood sudah tiba di depan mata, dengan indikator semakin banyak film yang tak mampu lagi saya tonton karena waktu yang juga tidak memungkinkan.

Minggu lalu saya hanya mendapat kesempatan nonton Divergent saja. Ketika membuka aplikasi cinema 21 dan blitziOS, waduh banyak  film-film bagus yang tak sempat ditonton. Minggu ini akan ada beberapa film yang berkategori blockbuster dan kontroversial akan tayang di bioskop Bandung terutama, ada The Raid 2 : Berandal  yang merupakan produksi gado-gado Indonesia dan Sutradara Gareth Evans yang sekuel pertamanya mampu bicara banyak di publik Amerika. Menembus jumlah penonton Indonesia hingga 1,9 juta penonton (dibawah film Habiebie dan Ainun dengan 4,5 Juta dan 5 cm yang berhasil ditonton oleh 2,5 juta di bioskop Indonesia pada tahun 2012) serta menjadi salah satu dari deretan film box office di amerika dengan jumlah pendapatan 1,5 juta USD.



Indonesia memandang kesuksesan film dari jumlah penonton. Sedangkan barometer di Amerika  dengan pendapatan. Kalau menurut kebiasaan, maka Kamis lusa adalah jadwal penayangan perdana film-film Indonesia di bioskop Indonesia. Sedangkan jumat biasanya film-film import. Jadi penasaran dengan berandal? siap-siap antri di hari kamis atau jumat lusa ya :-).

Selain itu, sebenarnya Jumat, 28 Maret 2014, mestinya adalah penayangan film kontroversial Noah di Indonesia yang mana trailernya sangat gencar ditayangkan di indovision. Namun beberapa media lokal secara resmi memberitakan LSF menolak Film Noah untuk diluluskan masuk ke bioskop Indonesia.

Sejak awal gencarnya pemberitaan pembuatan film ini, kontroversi ini sudah banyak pihak yang tahu konsekuensi pembuatan film ini termasuk dari pihak Paramont Pictures yang memproduksi dan mengedarkan film ini. Dan seperti dugaan sebelumnya, dimulai dari penolakan badan sensor di negara-negara timur tengah hingga ke Indonesia.

saya kurang tahu, apakah  Malaysia meloloskan film ini atau tidak. Selain Noah, cerita nabi berikutnya yang  pasti jadi kontroversi adalah ”Son of God”. Saya pribadi, mendasari pada sikap saya yang juga mengkritisi film Soekarno karya Hanung, dengan kemiripan dasar kontroversi dari sisi sumber penceritaan dan aplikasinya di layar film atas nama seni dan interpretasi luas, maka semestinya dengan label film interpretasi dari Al Kitab dan dikembangkan ceritanya berdasarkan seni dan komersialisme,  wajar saja Noah memiliki cerita yang tidak mengikuti kebanyakan interpretasi Al Quran sebagai panduan mayoritas ummat Islam.

Kalau memang film ini menganggu iman mayoritas, memang tidak usah ditonton. Tapi itu filmnya punya kiblat berbeda, dan saya sangsi kalau film ini mampu menggoyahkan iman saya kalo saya menonton nya. Saya malah takut menonton Pocong Keramas dan Goyang Depe Jupe, karena jelas jelas dengan towelan --maaf- to**t mereka di layar dan kemusyrikan ayat2 yang hanya dijadikan pengusir hantu (whats...jaman sekarang para hantu udah tau selfie dan tongsis juga kebal ama bacaan suci, lebih karena yang baca imannya doyong2 dan riya! ketimbang suci?).

Kecuali kalau Darren Aronofsky sebagai sutradaranya mengambil AL-Quran sebagai dasar cerita dan apabila dia menyimpang. wajarlah dihujat. Darren sendiri lebih memilih mengikuti tekstual Injil sebagai dasar ceritanya, menyingkirkan mitologi lain agar filmya dapat diterima dengan sedikit mungkin kontroversi. para ulama di negara Qatar, Bahrain mendasari larangannya berdasarkan fatwa yang di keluarkan Institut Al Azhar yang yang menyatakan bahwa film Noah bertentangan dengan keyakinan dan dasar-dasar syariat Islam.

Bahkan, Noah juga dianggap bakal merusak figur para nabi dan rasul dengan menampilkan orang-orang yang beriman seolah menjadi pihak antagonisnya. Ke depannya, institut Al-Azhar turut melarang pemutaran film-film yang mencirikan para nabi, rasul, serta sahabat-sahabat Nabi Muhammad.

Film Noah juga konon mendapatkan beberapa penolakan juga dari masyrakat di beberapa negara bagian di AS, karena tidak sepenuhnya mengikuti kitab suci (nah lo..padalah interpretasi tiap golongan terhadap kitab suci masing-masing saja tidak sama). Beberapa interpretasi semisal tidak menggambarkan para nabi dan rasul merupakan mainstream di dalam ajaran Islam, patutlah di hormati juga dan alasan anggota LSF tidak meloloskan film ini di Indonesia lebih karena untuk menjaga kondisi yang kondusif menjelang pemilu dan bulan ramadhan.

Jadi ini  harus dihormati, sama bete-nya mungkin dengan rakyat Tiongkok (ini juga satu ni...saya harus cari nama resmi china itu apa sih? sehingga indonesia melalui kepres SBY mengubah istilah China menjadi Tiongkok dan saya harus kaji juga apakah panggilan Cina ini emang merendahkan atau gimana? sama rendahnyakah dengan panggilan indon? we'll see) yang tidak dapat menonton Avatar di layar bioskopnya dan digantikan dengan film Confucius yang merupakan salah satu pemikir utama dari legenda tiongkok itu sendiri dan saya malah menduga ini juga adalah salah satu nabi.

Otoritas pemerintah setiap negara boleh saja melarang tayangan film atas alasan keamanan. Apalagi bangsa indonesia memang emosional dan sensitif, kalau menyangkut pemahaman Islam.

Tanpa Noah, tidak mengurangi gairah film-film yang akan ditonton minggu ini. Film Indonesia yang saya rekomendasikan untuk ditonton minggu ini jelas masih ”99 cahaya di Langit Eropa bagian 2”. Selain karena nilai Islaminya ada,  juga gambar-gambar di film ini membangkitkan gairah untuk bisa jalan-jalan ke Eropa dan tentu saja Mekah dan Madinah.

Nilai-nilai toleransi dan bagaimana bersikap di negara atau wilayah yang notebene Islam bukan mayoritas patut disimak. Siapa tahu nanti saya mengerjakan doktoral di Max Planc Institute ? di-aamiin-in gitu lo :D. 300: Rise of an Empire masih main, bagi yang belum nonton dan suka dengan darah2 dan tentu saja suka melihat Eva Green yang bermain ciamik menjadi laksmana artemesia dan tentu penyuka film 300 sebelumnya tonton deh. Mumpung hari ini masih nomat.

Saya pribadi merekomendasikan Divergent, dan syukur-syukur setelah menonton film ini anda dan partner akan bermain tebak-tebakan golongan manakah kamu dan partnermu atau genk mu? Erudite sebagai bagian dari golongan cerdas pandai cendikia nan genius? atau golongan Candor yang jujur sehingga menjadi golongan yudikatif, Amity yang suka damai dan cenderung menjadi petani? atau kah kamu tergolong Dauntless yang pemberani? atau Abnegation yang merupakan golongan penolong tanpa pamrih. atau malah keluar dengan bersungut2 film jelek..hehehe...

Need For Speed bagi penggemar game ini wajib tontonlah, gak kalah seru dengan The Fast & The Furios Serial, Non-Stop yang dimainkan Liam Neelson akan mengingatkan kita akan tragedi MAS 370. Dan ada dua film bagus lainnya juga ”The Expatriate” yang dimainkan Aaron Eckhart  Karya Goorge Clooney dalam ”Monuments Men”.


Dua film terakhir belum saya tonton, dan kemungkinan akan saya tonton minggu ini. Sementara Her juga memasukin tayang reguler dan bagi yang senang dengan karya serius dan futuristik dengan konflik sosial maka film ini pantas untuk tonton. Jadi, lupakan Noah, sambut Berandals...:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar